Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Cara Deteksi Dini Kanker Otak, Penyakit yang Diidap Mendiang Agung Hercules
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Glioblastoma, Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules

Kamis, 01 Agustus 2019 - 17:25:00 WIB
Mengenal  Glioblastoma, Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules
Agung Hercules meninggal dunia pada Kamis (1/8/2019). (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kepergian Agung Hercules untuk selama-lamanya mengundang duka yang mendalam bagi masyarakat di Indonesia. Aktor sekaligus komedian yang terkenal berbadan kekar ini dikabarkan telah berpulang pada Kamis (1/8/2019). Sebelumnya, Agung tengah menderita penyakit kanker otak stadium 4.

Kanker otak yang diderita Agung Hercules memang bukan penyakit biasa. Itu juga membuat pria berbadan kekar itu kini tampak kurus selama menjalani masa perawatan.

Penyakit Agung Hercules tersebut diungkapkan oleh sang istri, Mira Rahayu. Seperti dikutip dari kolom komentar akun Instagram, dia mengatakan bahwa suaminya menderita Glioblastoma atau tumor ganas yang menyerang otak atau tulang belakang.

Glioblastoma atau disebut GBM adalah tumor kelas IV yang ganas, di mana sebagian besar sel tumor bereproduksi dan membelah pada waktu tertentu, demikian seperti dilansir dari American Brain Tumor Association, Kamis (1/8/2019).

Jenis penyakit ini juga bersifat infiltratif dan menyerang daerah otak terdekat. Sel-sel tumor juga dapat menyebar ke sisi yang berlawanan dari otak melalui serat koneksi atau corpus callosum.

Masih berdasarkan Brain Tumor Association, pasien dengan glioblastoma mengembangkan gejala dengan cepat karena efek massa dari tumor itu sendiri atau cairan yang mengelilingi tumor (edema) dan menyebabkan pembengkakan otak lebih lanjut.

Namun, gejala yang umumnya dirasakan pasien adalah mual, muntah, dan sakit kepala parah yang biasanya lebih buruk di pagi hari. Pasien juga dapat mengalami gejala neurologis yang tergantung pada lokasi tumor. Misalnya, kelemahan atau perubahan sensorik wajah, lengan atau kaki, kesulitan keseimbangan, dan masalah neurokognitif atau memori.

Sementara itu untuk faktor risiko, bukanlah faktor genetik seperti beberapa kanker pada umumnya. Melainkan satu-satunya faktor risiko yang dikonfirmasi adalah radiasi pengion ke daerah kepala dan leher.

Radiasi pengion adalah radiasi yang membawa energi dan terdiri dari partikel subatomik, ion, atau atom energetik yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Di antaranya sinar gama, sinar X, dan sinar ultraviolet yang termasuk dalam radiasi pengion.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut