Mau Operasi Plastik? Dokter Ungkap 3 Hal yang Harus Dipikirkan sebelum Tindakan!
JAKARTA, iNews.id – Operasi plastik atau oplas semakin diminati masyarakat sebagai cara untuk memperbaiki penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun, keputusan menjalani prosedur ini tidak boleh dilakukan secara impulsif hanya karena mengikuti tren atau terpengaruh media sosial.
Dokter Estetika dan Antiaging BeautyXpert Clinic, dr Cynthia Jayanto, M.Biomed (AAM), AIFO-K, mengingatkan bahwa operasi plastik merupakan tindakan medis yang memiliki risiko, sehingga memerlukan pertimbangan matang sebelum dilakukan.
Menurut dia, setidaknya ada tiga hal penting yang wajib dipikirkan seseorang sebelum memutuskan menjalani operasi plastik. Apa saja? Simak pembahasan selengkapnya di artikel ini.
1. Pastikan Tujuan Oplas Realistis
Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah tujuan menjalani operasi plastik. Dokter Cynthia menegaskan, seseorang harus memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hasil yang ingin dicapai.
"Tujuannya realistis atau tidak? Misalnya ingin dijadikan seperti Angelina Jolie. Emangnya dokter Tuhan? Kan tidak bisa begitu juga," ujar Cynthia dalam podcast Hola Dok, Jumat (12/6/2026).
Dia menjelaskan, operasi plastik bertujuan memperbaiki atau menyempurnakan fitur tertentu pada wajah maupun tubuh, bukan mengubah seseorang menjadi sosok lain secara total.
Karena itu, pasien perlu memahami bahwa hasil tindakan akan tetap menyesuaikan struktur anatomi dan kondisi tubuh masing-masing.
Menurut dr Cynthia, dokter yang baik biasanya akan berdiskusi dengan pasien mengenai bentuk yang paling sesuai dan proporsional, bukan sekadar mengikuti keinginan pasien tanpa pertimbangan medis.
2. Kondisi Kesehatan Harus Memadai
Pertimbangan kedua yang tak kalah penting adalah kondisi kesehatan pasien. Sebelum operasi dilakukan, pasien wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk memastikan tubuh dalam kondisi prima.
"Kalau oplas yang betul, dokter akan screening dulu. Ada pemeriksaan laboratorium, cek kondisi kesehatan. Misalnya ada diabetes atau hipertensi, itu harus diperhatikan karena bisa meningkatkan risiko komplikasi," katanya.
Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi tes darah dan evaluasi kondisi medis lain yang dapat memengaruhi proses operasi maupun pemulihan.
Dokter Cynthia menegaskan, masyarakat perlu waspada apabila menemukan praktik yang menawarkan operasi plastik secara instan tanpa pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
"Kalau datang pagi lalu langsung disiapkan operasi tanpa screening dan pemeriksaan apa-apa, itu harus dipertanyakan," ujarnya.
3. Siap Menghadapi Masa Pemulihan
Selain kondisi fisik, kesiapan mental juga menjadi faktor penting sebelum menjalani operasi plastik. Pasien harus memahami bahwa setiap tindakan memiliki masa pemulihan atau downtime yang membutuhkan waktu.
"Ketika memutuskan oplas, dia harus siap dengan masa pemulihannya. Jangan operasi hari ini lalu besok mau kondangan atau menghadiri acara penting," kata Cynthia.
Dia menjelaskan, proses penyembuhan setiap orang berbeda-beda tergantung jenis tindakan yang dilakukan dan kondisi tubuh masing-masing.
Selama masa pemulihan, pasien juga wajib mengikuti seluruh instruksi dokter, termasuk mengonsumsi obat yang diresepkan, menjaga kebersihan area operasi, serta memperhatikan pola makan.
"Kalau instruksi dokter tidak dijalankan, proses penyembuhan bisa lebih lama dan risiko komplikasi juga meningkat," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, dr Cynthia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur promosi murah maupun testimoni di media sosial saat memilih klinik estetika.
Menurutnya, praktik estetika yang tidak memenuhi standar medis dapat berujung pada komplikasi serius, mulai dari infeksi hingga kerusakan jaringan.
Dia mengaku pernah menemui pasien yang mengalami komplikasi berat setelah menjalani tindakan estetika di tempat yang diduga tidak menerapkan standar sterilisasi dengan baik.
"Memperbaiki itu mudah, tetapi ketika sudah terjadi komplikasi akibat tindakan estetika, justru jauh lebih sulit diperbaiki," katanya.
Karena itu, dr Cynthia menyarankan masyarakat untuk selalu berkonsultasi dengan dokter yang kompeten dan memastikan klinik memiliki izin resmi sebelum menjalani prosedur apa pun.
Dokter Cynthia menekankan bahwa tidak ada standar kecantikan yang mutlak. Tren kecantikan terus berubah dari waktu ke waktu, sehingga masyarakat tidak perlu memaksakan diri mengejar kesempurnaan.
"Jadilah diri sendiri dan tetap natural. Kesempurnaan itu tidak ada. Yang terpenting adalah sehat, proporsional, dan sesuai kebutuhan," ujarnya.
Karena itu, sebelum memutuskan operasi plastik, masyarakat disarankan untuk mempertimbangkan tujuan, kondisi kesehatan, serta kesiapan menjalani proses pemulihan agar hasil yang diperoleh sesuai harapan dan tetap aman bagi kesehatan.
Editor: Muhammad Sukardi