Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Risiko Penduduk Perkotaan Terkena Malaria Monyet Rendah, IDAI: Tak Ada Nyamuk Pembawa Parasit
Advertisement . Scroll to see content

Malaria Monkey Tak Bisa Sembuh Pakai Antibiotik, Dokter: Butuh Penanganan Cepat Maksimal 48 Jam

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:10:00 WIB
Malaria Monkey Tak Bisa Sembuh Pakai Antibiotik, Dokter: Butuh Penanganan Cepat Maksimal 48 Jam
Penanganan monkey malaria harus dilakukan cepat dalam waktu maksimal 48 jam setelah diagnosis agar infeksi tidak berkembang menjadi berat. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penyakit Malaria Knowlesi atau Monkey Malaria kembali menjadi sorotan setelah kasusnya meningkat di Malaysia dengan 357 kasus dan satu kematian. Di Indonesia, kasus penyakit ini juga sudah ditemukan di Aceh meski masih terkendali.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Inke Nadia Diniyanti Lubis mengingatkan bahwa penyakit ini tidak bisa diobati dengan antibiotik biasa. Penanganan harus dilakukan cepat dalam waktu maksimal 48 jam setelah diagnosis agar infeksi tidak berkembang menjadi berat.

“Dan tentunya perlu menghindari pemberian obat pengobatan sendiri, termasuk dengan pemberian antibiotik, karena untuk infeksi malaria tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, harus dengan antimalaria,” kata dr Inke, Rabu (13/5/2026).

Dia menjelaskan, Malaria Knowlesi disebabkan oleh parasit plasmodium knowlesi yang berasal dari monyet dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Penularan biasanya terjadi di wilayah dekat hutan atau area perkebunan yang berbatasan dengan habitat monyet.

“Terkadang monyet ini tidak meninggalkan habitatnya atau tidak meninggalkan hutan, mungkin sesekali saja keluar dari tempat hutan, masuk ke tempat perkebunan. Namun nyamuk lah yang bersirkulasi atau berdistribusi di daerah hutan dan juga di pinggir hutan,” ujarnya.

Menurut dr Inke, gejala Malaria Knowlesi sulit dibedakan dengan malaria biasa. Penderitanya dapat mengalami demam naik turun, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah hingga nyeri perut.

Dia mengatakan penyakit ini berbahaya karena siklus hidup parasit berlangsung sangat cepat sehingga jumlah parasit dalam tubuh bisa meningkat drastis dalam waktu singkat.

“Karena yang saya sampaikan tadi, siklus hidupnya itu sangat cepat, maka dia dengan cepat dapat menambah jumlah parasit di dalam tubuh sehingga infeksi bisa dengan cepat menjadi berat,” katanya.

Kondisi berat itu bisa menyebabkan trombosit turun drastis, sesak napas, gagal ginjal hingga penurunan kesadaran. Karena itu, pasien harus segera mendapatkan terapi antimalaria berbasis Artemisinin-based Combination Therapy.

“Tetapi tentunya ini harus segera ditangani, lebih baik ketika terjadi diagnosis, maka pemberian obat itu diberikan dalam 48 jam untuk mencegah jangan sampai terjadinya infeksi yang berat tadi,” kata dr Inke.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut