Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! Dokter Ortopedi Ungkap Cedera Paling Sering Menyerang Pemain Padel
Advertisement . Scroll to see content

Main Padel Bisa Sebabkan Robekan ACL, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

Kamis, 04 Juni 2026 - 20:34:00 WIB
Main Padel Bisa Sebabkan Robekan ACL, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai
Dokter Ortopedi menjelaskan padel sebabkan robekan ACL. (Foto: Youtube)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idPadel dikenal sebagai olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan. Namun di balik manfaatnya, olahraga ini juga menyimpan risiko cedera serius, termasuk robekan Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada lutut.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Kelapa Gading, dr Irsan Abubakar, SpOT, Subsp.TL.B.M (K) mengatakan, cedera ACL tidak hanya dialami pemain sepak bola atau basket.

"Orang sering menganggap ACL hanya terjadi pada pemain bola. Padahal olahraga lain yang memiliki gerakan akselerasi dan perubahan arah mendadak, termasuk padel, juga bisa menyebabkan cedera ACL," katanya di podcast Hola Dok, Kamis (4/6/2026).

ACL merupakan salah satu ligamen utama yang berfungsi menjaga stabilitas lutut. "ACL adalah primary stability pada lutut. Ketika ligamen ini mengalami robekan, kestabilan lutut akan terganggu," jelasnya.

Menurut dr Irsan, gerakan berputar, berhenti mendadak, atau perubahan arah secara cepat menjadi faktor yang paling sering memicu cedera tersebut.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Lutut terasa goyah atau tidak stabil.
  • Nyeri hebat setelah melakukan manuver tertentu.
  • Bengkak pada lutut.
  • Sulit berjalan normal.
  • Muncul sensasi seperti ada yang bergeser di dalam lutut.

"Biasanya pasien merasa lututnya tidak stabil lagi setelah mengalami cedera," ujarnya.

Robekan ACL sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu partial tear atau robekan sebagian dan complete tear atau robekan total. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik khusus seperti Lachman Test dan pemeriksaan MRI.

"Kami harus menilai dulu apakah lututnya stabil atau tidak. Setelah itu MRI membantu melihat tingkat kerusakan ligamen secara detail," kata dr Irsan.

Apakah ACL hanya Bisa Diobati dengan Operasi?

Di kesempatan yang sama, dr Irsan menegaskan bahwa tidak semua kasus ACL harus dioperasi.

"Kalau hanya robekan sebagian dan stabilitas masih baik, bisa dipertimbangkan terapi konservatif seperti fisioterapi. Tetapi jika robek total dan lutut tidak stabil, biasanya perlu rekonstruksi ACL," jelasnya.

Saat ini, operasi rekonstruksi ACL bahkan sudah dapat dilakukan dengan teknik artroskopi minimal invasif.

"Kami menggunakan kamera dengan sayatan yang jauh lebih kecil, sehingga pemulihan bisa lebih baik dibanding teknik konvensional," katanya.

Meski demikian, dr Irsan menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada tindakan bedah.

"Operasi tidak akan sukses tanpa rehabilitasi yang baik. Fase fisioterapi setelah operasi justru memegang peran yang sangat penting agar pasien bisa kembali beraktivitas dan berolahraga," ujarnya. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut