Kurangi Gula? Menkes Sarankan Pakai Pemanis dari Daun Tanaman Ini
JAKARTA, iNews.id - Mengurangi gula menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan dan menekan risiko berbagai penyakit metabolik. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyarankan masyarakat mempertimbangkan penggunaan stevia sebagai alternatif pemanis yang memiliki nol kalori dan tidak memicu lonjakan gula darah.
Melalui konten edukasi BGS yang diunggah di Instagram, Budi menjelaskan stevia merupakan pemanis alami yang berasal dari daun tanaman. Pemanis ini mengandung zat aktif bernama steviol yang memberikan rasa manis dengan intensitas jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir.
“Stevia ini adalah pemanis alami yang berasal dari daun. Dan zat aktifnya namanya steviol,” ujar Budi.
Menurutnya, stevia memiliki tingkat kemanisan yang sangat tinggi. Bahkan, satu tetes stevia dapat menghasilkan rasa manis sekitar 100 hingga 400 kali lebih kuat dibandingkan gula biasa.
Keunggulan tersebut membuat stevia menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula tanpa harus mengorbankan cita rasa manis pada makanan maupun minuman. Penggunaan yang lebih sedikit, asupan gula harian juga dapat ditekan.
Budi mengatakan stevia memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan gula pasir. Pemanis alami ini tidak mengandung kalori dan memiliki indeks glikemik nol.
Kondisi tersebut membuat stevia tidak menyebabkan lonjakan gula darah setelah dikonsumsi. Sebab itu, stevia kerap menjadi pilihan bagi mereka yang sedang menjaga pola makan maupun mengontrol kadar gula darah.
Selain itu, Budi menilai stevia lebih baik dibandingkan pemanis buatan yang banyak digunakan dalam berbagai produk minuman rendah kalori.
“Kalau kita pakai pemanis stevia, saya kasih nilai B. Tapi kalau pakai pemanis buatan seperti ini (lainnya), saya kasih nilai C atau D,” ujarnya.
Meski memiliki sejumlah manfaat, Budi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya pada semua produk yang mengklaim mengandung stevia. Dia meminta konsumen untuk memeriksa daftar komposisi sebelum membeli.
Menurutnya, sebagian produk stevia di pasaran tidak sepenuhnya menggunakan stevia murni. Beberapa di antaranya dicampur dengan pemanis lain seperti sucralose dan erythritol.
Ada pula produk yang menggunakan maltodekstrin sebagai bahan tambahan. Zat tersebut berfungsi sebagai pengisi pada pemanis bubuk kemasan sachet.
“Maltodekstrin merupakan karbohidrat pengisi yang sering ditambahkan pada pemanis bubuk sachet. Zat ini masih memiliki kalori dan bisa menaikkan gula darah,” tulis Budi.
Sebab itu, masyarakat disarankan lebih teliti saat memilih produk pemanis tambahan. Langkah sederhana seperti membaca label kemasan dapat membantu memastikan produk yang dibeli sesuai dengan kebutuhan kesehatan.
Bagi penderita diabetes, kehati-hatian tersebut menjadi semakin penting. Memilih produk stevia yang tepat, pemanis alami ini dapat menjadi alternatif untuk membantu mengurangi konsumsi gula tanpa memicu kenaikan kadar gula darah.
Editor: Dani M Dahwilani