Ketahui Usia Ideal Anak untuk Tidak Gunakan Popok
JAKARTA, iNews.id - Memilih popok yang tepat untuk anak sangat penting diperhatikan orang tua. Jika salah memilih, dampaknya si kecil akan mengalami ruam pada kulit.
Dokter spesialis anak, Andreas Cristan Leyrolf mengatakan, pemilihan popok perlu mendapatkan perhatian khusus bagi para ibu, karena popok bersentuhan langsung dengan kulit bayi dan digunakan dalam waktu cukup lama setiap harinya.
"Jika tidak teliti memilih popok yang tepat, maka berpotensi menyebabkan efek negatif seperti ruam popok. Ruam popok dapat terjadi apabila bahan popok tidak mampu menyerap cairan dengan baik, kemudian menyebabkan cairan memuai dan kembali kontak dengan kulit bayi," ujar dr Andreas Cristan Leyrolf melalui keterangannya.
Untuk mencegah ruam kulit pada si kecil, sebaiknya para orang tua memilih popok yang berkualitas. Alternatif lainnya anak bisa diajarkan untuk tidak lagi menggunakan popok. Hal ini dapat membantu anak menghindari ruam kemerahan dan infeksi yang disebabkan terlalu lama menggunakan popok.
Ketahui Gangguan Dermatitis Popok pada Kulit Bayi dan Cara Pencegahannya
Sementara itu, usia ideal penggunaan popok pada bayi yang disarankan adalah hingga usia 2,5 tahun. Menurut studi baru dari American Academy of Pediatrics, orang tua di Amerika percaya anak bisa lepas popok ketika mereka berusia 18 hingga 24 bulan.
Tips MotionPay: 5 Makanan Sehat untuk Jaga Kesehatan Jantung
Adapun waktu terbaik untuk melatih anak pakai toilet sendiri adalah secepat mungkin. Para pakar pun tak menemukan adanya bahaya jika bayi atau balita mulai lepas popok dan menggunakan toilet sejak dini.
Perlu diketahui, Badan Pusat Statistik mencatat anak berusia 0-4 tahun di Indonesia berjumlah 22,45 juta jiwa. Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 272,682 juta jiwa.
Nutrisi yang Tepat untuk Rambut
Melihat pada data tersebut, kebutuhan popok di Indonesia sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Makuku berkomitmen terhadap pasar Indonesia dengan mendirikan pabrik pertama yang berlokasi di Jatengland Industrial Park Sayung Demak, Jawa Tengah. Adapun luasnya 50.000m2.
CEO Makuku, Jason Lee mengatakan, jika melihat pada jumlah balita di Indonesia, dia optimistis dapat memenuhi jumlah permintaan popok di Indonesia. Dia mengembangkan popok dengan inovasi teknologi yang dibutuhkan oleh para Ibu dan si Kecil.
"Makuku SAP Diapers Slim memiliki teknologi tinggi dengan daya tampung lebih besar, sebelumnya hanya 400ml menjadi 500ml. Area penyerapan pada inti struktur meningkat sebanyak 9 persen untuk mengurangi kebocoran," kata Jason.
Popok ini juga menyempurnakan dimensi, elastisitas dan gelembung pada bagian pinggang untuk meningkatkan ventilasi udara sehingga si Kecil merasa nyaman.
"Jenis kain yang digunakan adalah non-woven fabric hot air dan lapisan belakang ditingkatkan menjadi Biokomponen Spunbound sehingga lebih halus dengan serat yang lebih tipis untuk mengurangi gesekan pada kulit si Kecil," katanya.
Editor: Vien Dimyati