Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Batuk Pilek, Influenza Bisa Sebabkan Radang Otak hingga Kematian pada Anak
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Vaksin Influenza Tidak Gratis? Satgas IDAI Ungkap Alasannya!

Kamis, 23 April 2026 - 17:58:00 WIB
Kenapa Vaksin Influenza Tidak Gratis? Satgas IDAI Ungkap Alasannya!
Pakar imunisasi sekaligus Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Soedjatmiko. (Foto: Muhammad Sukardi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, banyak orang tua mempertanyakan mengapa vaksin influenza belum masuk dalam daftar imunisasi gratis pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, membedah alasan kompleks di balik kebijakan tersebut yang melibatkan pertimbangan ekonomi dan skala prioritas nasional.

Menurut Prof Soedjatmiko, penentuan vaksin menjadi program nasional tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah melalui Komite Imunisasi Nasional (KIN) atau ITAGI harus melakukan kajian mendalam yang disebut sebagai analisa health economic. Kajian ini menghitung secara rinci antara beban biaya penyakit dengan efektivitas biaya dari vaksin itu sendiri.

"Pemerintah untuk mengambil kebijakan suatu program, itu dikaji. Pertama, berapa luas penyakitnya di Indonesia. Kedua, dampaknya apa; apakah menyebabkan sakit berat, cacat, atau meninggal. Baru kemudian dihitung biaya pencegahannya," jelas Prof Soedjatmiko saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Hingga saat ini, pemerintah masih memprioritaskan penyakit yang dianggap memiliki tingkat kedaruratan lebih masif seperti campak, difteri, dan tuberkulosis. Karena influenza belum dianggap sebagai masalah kesehatan dengan konsekuensi ekonomi dan sosial sebesar penyakit-penyakit tersebut, maka anggarannya belum dialokasikan secara nasional.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut