Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Berat Turun Drastis! Saykoji Kini 91 Kg, Lebih Kurus dari saat Menikah
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Tidak Boleh Tidur Setelah Sahur? Ini Alasannya

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:57:00 WIB
Kenapa Tidak Boleh Tidur Setelah Sahur? Ini Alasannya
Dokter Tirta mengingatkan pola tidur setelah sahur atau subuh membuat ritme istirahat menjadi “putus nyambung” sehingga mengganggu metabolisme tubuh. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tidur setelah menyantap sahur atau usai shalat subuh kerap menjadi kenikmatan tersendiri di tengah waktu istirahat yang terganggu selama bulan Ramadhan. Namun, kebiasaan ini ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan tubuh.

Banyak orang menganggap tidur lagi setelah sahur sebagai hal lumrah. Aktivitas makan dini hari membuat jam tidur berubah, apalagi jika sebelumnya tetap beraktivitas hingga larut malam seperti hari biasa.

Konten kreator sekaligus praktisi kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta, mengingatkan bahwa pola tidur setelah sahur atau subuh membuat ritme istirahat menjadi “putus nyambung”. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu metabolisme tubuh karena sebelumnya tubuh sudah beristirahat lalu dipaksa bangun dan tidur kembali.

Dalam unggahan videonya di channel YouTube Tirta PengPengPeng, dia menjelaskan bahwa tidur setelah makan sahur dapat mengganggu sistem pencernaan. Tubuh yang seharusnya fokus mencerna makanan justru masuk ke fase istirahat kembali.

Selain itu, jam biologis tubuh bisa mengalami disorientasi. Siklus tidur yang dipaksakan dalam waktu singkat membuat tubuh terasa lebih lelah saat bangun.

"Nah, kalau habis sahur tidur lagi boleh? Boleh, yang terganggu apa? Jam tidur sama pencernaan. Kamu tidur sahur habis subuhan berarti 4.20 terus tidur 4.30. Bisa bangun kamu jam 7.00? Enggak. Berantakan itu pasti. Berantakan pasti bangun jam 9.00 atau bangun jam 7.00 tapi sekitar dini hari nya berantakan,” ujar dr Tirta, dikutip Selasa (24/2/2026).

Dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti mesin yang dipaksa mati dan hidup secara mendadak. Tubuh yang baru saja aktif untuk sahur kemudian dipaksa kembali tidur dalam waktu singkat.

"Karena kayak ibarat mati, hidup, mati lagi gitu kan," ucap dia.

Sebagai solusi, dr Tirta menyarankan agar masyarakat mencari aktivitas ringan setelah sahur atau subuh. Dengan begitu, rasa kantuk bisa dialihkan tanpa harus kembali tidur.

"Jadi sebaiknya habis sahur makanya banyak orang yang olahraga habis sahur. Apa? Nge-gym. Jadi ini yang laris malah gym 24 jam karena habis sahur nge-gym. Tapi kalau nggak nge-gym ya apa? Yang diwajibkan dzikir atau ngaji gitu sambil menunggu kerja,” kata dr Tirta.

Menurut dia, tidak tidur setelah subuh bukan hanya berdampak pada kesehatan biologis, tetapi juga sejalan dengan anjuran spiritual dalam Islam. Waktu pagi dapat dimanfaatkan untuk beribadah atau berolahraga agar ritme tubuh tetap stabil sepanjang hari berpuasa.

"Ya memang kan sunahnya habis sahur disuruhnya ngaji sama zikir. Jadi jangan tidur lagi Mas kalau habis sahur dan subuhan," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut