Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemkes: Kasus Cacar Monyet di Jakarta Bertambah karena Aktivitas Seks Berisiko
Advertisement . Scroll to see content

Jarang Berhubungan Seks, Ini Dampak Buruk yang Bisa Terjadi

Rabu, 27 Desember 2017 - 14:10:00 WIB
Jarang Berhubungan Seks, Ini Dampak Buruk yang Bisa Terjadi
Ilustrasi (Foto: Boldsky)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Manusia memiliki beragam kebutuhan yang jika tidak terpenuhi bisa membahayakan kesehatan. Termasuk kebutuhan makan, minum, hingga kebutuhan seksual, yang juga menjadi bagian dari naluri alami manusia.

Misalnya saja kebutuhan makan, jika tidak terpenuhi kemudian Anda kekurangan gizi. Hal itu sebagai akar munculnya dari berbagai penyakit. Kurang minum juga meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit ginjal. Sama halnya, jika kebutuhan seksual kita tak terpenuhi.

Kebutuhan seksual, dimulai sejak masa pubertas hingga menurunnya gairah seksual pada usia tertentu. Dilansir iNews.id dari Boldsky, Rabu (27/12/2017), ketika kebutuhan seksual Anda tidak terpenuhi dengan cukup akan menyebabkan rasa frustrasi, depresi, masalah kepercayaan diri, hingga penyakit jantung.

Hal tersebut diketahui dari penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Cardiology yang mengatakan, jika pria yang bercinta paling sedikit dua kali seminggu, dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga sebesar 45 persen.

Memang, ada faktor lain mengapa seseorang terkena serangan jantung, misalnya saja tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diet tidak sehat, kurang olahraga, merokok, dan minum alkohol berlebihan. Namun rupanya, seks juga memiliki dampak signifikan bagi kesehatan jantung Anda.

Tak hanya menyerang mental dan jantung Anda, rupanya dampak kurang bercinta juga menyebabkan sejumlah gangguan seksual lain seperti disfungsi ereksi pada pria dan frigiditas pada wanita, kondisi di mana Anda tidak dapat terangsang untuk menikmati hubungan seksual.

Studi lebih lanjut juga menerangkan jika kehidupan seks yang sehat dapat mengurangi hormon kortisol dalam tubuh. Hal ini menyebabkan rasa stres dan tekanan darah tinggi berkurang, yang pada gilirannya mengurangi risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung.

Editor: Nanang Wijayanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut