Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Prabowo ke Siswa SD Korban Ditabrak Mobil MBG: Cepat Sembuh Ya
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Korek Kotoran Telinga, Ini Cara Merawat dan Membersihkan dengan Benar

Rabu, 03 Maret 2021 - 17:31:00 WIB
Jangan Korek Kotoran Telinga, Ini Cara Merawat dan Membersihkan dengan Benar
Cara merawat dan membersihkan telinga dengan benar (Foto: htv.com)
Advertisement . Scroll to see content

JAMBI, iNews.id - Telinga merupakan bagian tubuh paling sensitif yang memiliki fungsi untuk mendengar. Gangguan pada pendengaran di organ telinga, dapat disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada telinga luar atau adanya bakteri yang bermukim di telinga bagian tengah. Selain menimbulkan rasa demam dan nyeri, fungsi pendengaran pun mengalami penurunan kualitas.

Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan RS Siloam Hospitals Jambi, dr Arsia Dilla mengatakan, telinga memiliki kotoran atau serumen. Tindakan membersihkan telinga dapat membuat kotoran telinga terdorong masuk jauh ke dalam.

"Tindakan mengorek telinga selain membuat serumen semakin masuk ke dalam, dikhawatirkan juga akan merusak gendang telinga bahkan sampai robek sehingga pasien akan merasakan berdengung bahkan sampai berair," tutur dr Arsia Dilla Pramita Sp.THT-KL, melalui aplikasi IG Live, belum lama ini.

Dia menambahkan, infeksi atau timbulnya bakteri umumnya disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Selain infeksi,  serumen atau kotoran telinga juga dapat mengganggu pendengaran. Masyarakat sering berupaya membersihkan sendiri dengan cara mengorek telinga. Padahal serumen dapat keluar dengan sendirinya pada saat kita sedang mengunyah makanan atau berbicara.

"Serumen berfungsi sebagai proteksi yang melindungi telinga dari serangga bahkan kotoran halus," kata dr Arsia pada peringatan Hari Pendengaran Internasional yang jatuh hari ini setiap tahunnya.

Dia menjelaskan, organ telinga merupakan salah satu panca indra yang terdiri dari tiga bagian besar, seperti telinga luar (outer ear), telinga tengah (middle ear), dan telinga dalam (inner ear).

Beberapa gangguan kesehatan telinga di setiap bagian telinga disebabkan infeksi ataupun virus dan bakteri. Gangguan tersebut di antaranya Otitis Eksterna, Otitis Media Akut, dan Otitis Media Supuratif Kronis.

Otitis Eksterna merupakan peradangan pada telinga luar yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur. Adapun faktor yang mempermudah terjadinya radang telinga luar adalah perubahan pH di liang telinga, di mana Jika terjadi perubahan pH, proteksi terhadap infeksi menurun.

Otitis Media Akut merupakan gangguan telinga bagian tengah yang disebabkan infeksi, virus atau bakteri. Sering terjadi pada Anak-anak dengan gejala, sakit telinga, demam, keluarnya cairan dari telinga.

Otitis Media Supuratif Kronis adalah infeksi kronis rongga telinga tengah yang ditandai dengan perforasi permanen gendang telinga, lalu keluarnya cairan yang berbau tidak sedap baik hilang timbul atau terus menerus. Kekambuhan dapat disebabkan oleh infeksi saluran nafas atas atau jika telinga kemasukan air. Pada kondisi ini juga dapat terjadi gangguan pendengaran.

"Pada OMSK pasien umumnya mengeluhkan telinga berdengung, keluar cairan. Pada keadaan yang berat, dapat terjadi komplikasi seperti vertigo, hingga penyebaran ke intrakranial," kata dr Arsia Dilla.

Perbedaan Merawat Telinga Bayi dan Dewasa

Dokter Arsia mengatakan, peran orang tua, khususnya para ibu yang sering membersihkan kotoran telinga pada bayi, terutama sehabis mandi, sebaiknya dilakukan hanya pada bagian luar telinga, yaitu sebatas yang terlihat secara kasat mata. Hal ini dikarenakan gendang telinga pada bayi sangat dekat dengan telinga bagian luar dan berbeda dengan anatomi telinga pada orang dewasa.

Menurutnya, dengan anjuran ini, diharapkan kondisi gendang telinga bayi tetap terjaga dari luka infeksi. Infeksi telinga dapat sembuh dan penanganan umumnya dapat dimulai dengan mengatasi rasa nyeri dan mengeradikasi kuman melalui  pengobatan antibiotik jika disebabkan oleh bakteri.

"Biasanya diawali dengan pengalaman memiliki penyakit saluran pernapasan atau alergi seperti batuk pilek yang bisa menyebar ke organ telinga bagian tengah. Patofisiologi yang menyebabkan infeksi telinga tengah pada anak berbeda dengan dewasa. Pada anak, infeksi lebih mudah terjadi karena tuba lebih pendek, lebih lebar dan lebih horizontal," tutur dr Arsia. 

Dokter Arsia menjelaskan, gejala yang terjadi pada anak umumnya sering menarik telinga, sulit untuk tidur, tampak lebih rewel dari biasanya, demam pada suhu tubuh sampai di atas 38 derajat Celcius. Selain itu, terdapat cairan yang keluar dari telinga, dan kurangnya nafsu makan

Sementara pada orang dewasa gejala umumnya adalah nyeri pada telinga, penurunan kemampuan pendengaran, pusing berputar, sakit kepala, dan telinga berdenging.

Dia menjelaskan ada cara untuk membersihkan telinga seperti yang dilakukan rumah sakit adalah dengan tiga metode, yaitu pertama, diambil menggunakan alat jika serumen padat, kedua, irigasi, atau memasukan cairan steril ke dalam telinga, dengan harapan serumen akan terbawa keluar, dan ketiga, menggunakan alat khusus yang dapat menyedot kotoran telinga, Microsuction. 

"Memeriksakan  dan membersihan telinga sebaiknya rutin dilakukan setiap enam bulan sekali dengan memgunjugi dokter spesialis THT," kata dr Arsia.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut