Jangan Anggap Sepele! Gangguan Mata Anak Bisa Hambat Tumbuh Kembang
JAKARTA, iNews.id - Tingginya paparan gadget dan aktivitas belajar digital membuat risiko gangguan penglihatan pada anak semakin meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian ahli kesehatan mata karena banyak gangguan visual pada anak sering terlambat terdeteksi.
Pakar pediatric vision care dari Centro Escolar University, dr Scarlett Cacayuran Salva, O.D., mengatakan bahwa gangguan penglihatan pada anak dapat berdampak luas terhadap proses tumbuh kembang apabila tidak segera ditangani.
"Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat memengaruhi kemampuan belajar anak, kemampuan motorik, pemahaman membaca, hingga perkembangan mereka secara keseluruhan," ujar dr Scarlett dalam keterangannya resminya, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, pemeriksaan mata pada anak memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan orang dewasa. Sebab, anak sering kali belum memahami apakah penglihatannya sudah jelas atau justru mulai terganggu.
"Pediatric vision screening berfokus untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini pada anak-anak yang mungkin belum memahami seperti apa penglihatan yang jelas. Karena anak sering kali belum mampu menjelaskan keluhan atau rasa tidak nyaman yang mereka alami, proses screening dilakukan melalui observasi yang cermat dan metode pemeriksaan yang lebih ramah anak," katanya.
Dokter Scarlett menjelaskan, deteksi dini sangat penting untuk membantu perkembangan visual anak tetap optimal, terutama di tengah meningkatnya aktivitas visual akibat penggunaan perangkat digital seperti tablet, televisi, hingga ponsel.
Sementara itu, Direktur Operasional Retail Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, menilai kesadaran orang tua terhadap pentingnya pemeriksaan mata anak masih perlu ditingkatkan.
"Anak-anak saat ini memiliki aktivitas visual yang jauh lebih intens dibanding generasi sebelumnya. Namun awareness terhadap pentingnya pemeriksaan mata anak secara berkala masih belum menjadi prioritas di banyak keluarga," ujar Doli.
Menurut dia, pemeriksaan mata anak juga perlu didukung suasana yang nyaman agar anak tidak merasa takut selama proses pemeriksaan berlangsung.
"Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman terlebih dahulu. Karena itu, kami membangun ruang pediatric vision care yang mempertimbangkan pengalaman anak secara menyeluruh," katanya.
Gangguan penglihatan pada anak sering kali ditandai dengan kebiasaan menyipitkan mata, terlalu dekat saat melihat layar, mudah mengeluh pusing, atau kesulitan membaca dalam waktu lama.
Karena itu, pemeriksaan mata rutin dianjurkan dilakukan sejak usia sekolah agar masalah penglihatan dapat ditangani lebih cepat.
Editor: Muhammad Sukardi