Jaga Kesehatan, Kelola Sampah Perlu Dilakukan sejak Usia Dini
JAKARTA, iNews.id - Isu kesehatan lingkungan menjadi menjadi perhatian serius pemerintah, masyarakat dan perusahaan. Ini penting dientaskan terkait dengan kesehatan masyarakat di lingkungan sekitar.
Sebagai perusahaan yang menyediakan hidrasi sehat selama lebih dari 45 tahun, Danone-AQUA ikut aktif mengatasi masalah sampah plastik di Indonesia. Hal ini didasari kepercayaan Danone-AQUA atas kesehatan lingkungan untuk mendukung terwujudnya kesehatan masyarakat.
Melalui kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak, Danone-AQUA meluncurkan buku panduan pengelolaan sampah untuk guru dan siswa sekolah dasar.
Peluncuran buku panduan ini, dikemas dalam acara bertajuk “Kelola Sampah Sejak Dini untuk Indonesia Lebih Bersih”, merupakan kelanjutan dari Gerakan #BijakBerplastik. Dalam gerakan ini, Danone-AQUA berkomitmen mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya dengan mengedukasi publik mengenai pentingnya perilaku 3R, termasuk kepada anak usia sekolah.
“Program #BijakBerplastik merupakan bagian dari upaya keberlanjutan Danone-AQUA yang menekankan kolaborasi multipihak. Melalui peluncuran buku panduan ini, kami selangkah lebih dekat dengan target kami untuk menyebarkan edukasi #BijakBerplastik kepada 100 juta orang pada tahun 2025,” ujar Presiden Direktur Danone-AQUA Corine Tap, dalam keterangan persnya kepada iNews.id, Selasa (26/11/2019).
Buku panduan berjudul Sampahku, Tanggung Jawabku akan diluncurkan ke 75 sekolah dari Sabang sampai Merauke. Buku panduan ini memegang peranan penting karena jumlah generasi muda di Indonesia mencapai 41 persen dari total populasi.
Ini menunjukkan besarnya potensi yang dapat membawa perubahan di masa depan. Buku panduan ini dikemas dengan pendekatan menyeluruh dan kreatif, serta memperhatikan konteks lokal.
Materi buku mencakup pengetahuan terkait kategorisasi dan pemilahan sampah, serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Selain itu, buku ini dilengkapi dengan ilustrasi visual yang menarik dan media pembelajaran ramah anak, seperti lagu, poster warna-warni, dan permainan.
“Peluncuran buku ini sejalan dengan Gerakan Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak negatif dari sampah plastik. Kami sangat menghargai langkah proaktif Danone-AQUA, Universitas Indonesia, dan Yayasan Lentera Anak yang turut mendukung gerakan ini. Harapannya, materi-materi yang telah disusun bersama ini bisa diterapkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Bahkan, dikembangkan lagi untuk jenjang pendidikan tingkat SMP dan SMA,” ujar Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono.
Guna memastikan semuanya sejalan dan dapat terintegrasi dengan muatan Kemaritiman dalam Kurikulum 2013, Kemendikbud turut terlibat dalam pembuatan dan peluncuran buku ini.
“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sadar pendidikan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk perilaku anak, termasuk dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Karena itu, kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi, pihak swasta, maupun lembaga swadaya masyarakat, dalam memajukan pendidikan tentang pelestarian lingkungan,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno
Terkait pendidikan usia dini, Danone-AQUA sebelumnya telah bekerja sama dengan Indonesian Hydration Working Group (IHWG) untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui program Ayo Minum Air (AMIR). Program ini dilaksanakan untuk memastikan hidrasi sehat di kalangan pelajar.

Editor: Dani M Dahwilani