Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis
Advertisement . Scroll to see content

Halodoc Andalkan AI untuk Percepat Layanan Dokter dan Pasien

Kamis, 09 Juli 2026 - 12:40:00 WIB
Halodoc Andalkan AI untuk Percepat Layanan Dokter dan Pasien
Halodoc andalkan AI untuk optimalisasi pelayanan pasien dan dokter. (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Platform layanan kesehatan digital Halodoc terus memperkuat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pasien maupun tenaga medis. Melalui teknologi AI, Halodoc berupaya mempercepat akses layanan kesehatan tanpa mengesampingkan akurasi dan standar etika kedokteran.

Director of Engineering Halodoc, Hafiz Arraja, mengatakan pemanfaatan AI menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah diakses, sekaligus membantu dokter dalam melayani pasien secara lebih efisien.

"Halodoc menggunakan AI untuk membantu menyediakan layanan yang lebih cepat buat pelanggan kami, pasien, maupun dokter, serta memastikan layanan tersebut mudah diakses. Kami juga menjamin layanannya tetap akurat sesuai dengan kode etik dan standar kualitas kedokteran yang tinggi," ujar Hafiz dalam World AI Show di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Untuk mendukung hal tersebut, Halodoc menghadirkan Halodoc Intelligent Learning and Decision Assistant (Hilda), asisten virtual berbasis Large Language Model (LLM). Teknologi ini dirancang untuk memberikan arahan awal kepada pasien sebelum berkonsultasi dengan dokter, sehingga proses penanganan dapat berlangsung lebih cepat.

Menurut Hafiz, Hilda membantu mengurangi kebingungan yang kerap dialami pasien saat menghadapi keluhan kesehatan mendadak. Misalnya, ketika seseorang mengalami kondisi yang membuat panik pada malam hari, AI dapat memberikan panduan awal mengenai langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum terhubung dengan dokter.

"Hilda akan bisa mengarahkan apakah pasien harus minum air putih dulu, kemudian nanti konsultasi ke dokter. Di situ, pasien bisa pilih langsung chat dengan dokter, di mana chat-nya tetap dengan dokter profesional, tetapi yang menenangkan hatinya pertama kali adalah Hilda," katanya.

Meski mengandalkan AI, Hafiz menegaskan teknologi tersebut tidak dirancang untuk menggantikan peran dokter. Sebaliknya, AI berfungsi sebagai pendamping yang membantu meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis, sehingga dokter dapat lebih fokus dalam memberikan diagnosis dan penanganan kepada pasien.

Selain digunakan oleh pasien, Hilda juga telah terintegrasi ke berbagai layanan internal Halodoc, termasuk mendukung operasional dokter dan apotek. Dari sisi keamanan, Halodoc memastikan seluruh pengelolaan data pengguna telah memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Hafiz mengungkapkan, sejak diperkenalkan pada 2025, Hilda telah memberikan peningkatan signifikan terhadap efektivitas layanan dibandingkan metode konvensional. Untuk menjaga kualitas layanan, Halodoc juga melakukan evaluasi rutin melalui Board of Medical Excellence agar setiap respons yang dihasilkan AI tetap relevan, akurat, dan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, Halodoc menilai kolaborasi antara kecerdasan buatan dan tenaga medis menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas akses layanan kesehatan digital sekaligus meningkatkan pengalaman pasien di Indonesia.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut