Genzone Talks UNS, Afridha Maheza dan Cania Cita Bongkar Cara Perempuan Pancarkan Inner Beauty
SURAKARTA, iNews.id - Sesi Genzone Talks dalam rangkaian iNews Media Group Campus Connect di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) berlangsung meriah, Rabu (20/5/2026). Ratusan mahasiswa memadati Gedung Suhardi UNS untuk mengikuti diskusi bertema “Pretty, Smart, Powerful”.
Dalam sesi tersebut, Owner AMSKIN Beauty Clinic, Afridha Maheza dan Founder Malaka, Cania Cita membagikan pandangan mengenai cara perempuan memunculkan inner beauty dari dalam diri.
Afridha Maheza mengatakan, salah satu kunci utama agar inner beauty terpancar adalah membiasakan diri berpikir positif dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk ketika sedang diterpa masalah.
Menurut dia, perempuan sebaiknya tidak larut dalam kepanikan maupun overthinking. Sebaliknya, seseorang perlu fokus mencari solusi atas persoalan yang sedang dihadapi.
Dia menilai pola pikir seseorang sangat memengaruhi ekspresi hingga aura yang dipancarkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, perempuan perlu membangun kebiasaan berpikir tenang dan positif agar energi baik ikut terlihat dari luar.
“Mungkin apa masalahnya, apa bebannya dicari problem solvingnya. Kalau misalnya lagi struggle mau cari kerja gimana-gimana ya tentuin dulu mau kerja dimana, skillnya apa. Pentingnya untuk apa yang kita pikirin itu ngaruh ke ekspresi juga kita ya,” ujarnya, dalam diskusi Genzone Talks, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, Cania Cita menilai berpikir positif saja belum cukup untuk membangun daya tarik seseorang. Dia menyebut kecerdasan berpikir juga menjadi faktor penting yang dapat memancarkan aura positif dan inner beauty seorang perempuan.
Menurut Cania, seseorang perlu menguji setiap informasi maupun sudut pandang secara rasional dan ilmiah. Dengan begitu, pola pikir yang terbentuk tidak hanya positif, tetapi juga kritis dan cerdas.
“Sebenernya kalau kita mau sedikit berpikir scientific gitu kan, kita uji premis itu dulu, kita cek bener gak sih sumbernya itu berpikir positif. Karena kalau dari yang aku research misalnya dengan aku baca-baca paper tentang attractiveness gitu sebenernya kan yang membangun attractiveness itu bukan soal berpikir positifnya tapi lebih ke kecerdasan berpikirnya gitu,” kata Cania.
Diskusi “Pretty, Smart, Powerful” pun mendapat respons antusias dari mahasiswa UNS. Para peserta tampak aktif menyimak hingga mengajukan pertanyaan seputar pengembangan diri, pola pikir positif, dan cara meningkatkan kepercayaan diri di usia muda.
Dia menjelaskan, dalam kecerdasan berpikiran ini, seseorang harus bisa mencari tahu apa yang membuat dirinya bisa berpikir negatif salah satunya adalah dengan mencari solusi yang tepat saat menghadapi sebuah masalah. Sehingga ekspresi yang dipancarkan bisa lebih sehat.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa ada satu hal lainnya yang bisa memancarkan inner beauty dan harus dilakukan berbarengan dengan berpikir positif dan kecerdasan berpikir. Hal tersebut yaitu “being kind” atau melakukan perbuatan baik dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun. Cania menyebut bahwa “being kind” menjadi variable utama secara tidak langsung dalam membentuk inner beauty.
“Nah biasanya kan kita melihat kindness itu begitu, ketika ada orang butuh pertolongan kita tolong, ketika ada donasi kita ikut berdonasi, ketika ada relawan kita ikut menjadi relawan, itu adalah hal-hal yang baik,” katanya.
Meski demikian, dia menekankan bahwa “being kind” itu harus dibarengi dengan kecerdasan berpikir untuk memunculkan inner beauty. Berbanding terbalik jika “being kind” dibarengi dengan kondisi pikiran yang negatif bahkan tanpa kecerdasan berpikir yang justru tidak akan memunculkan inner beauty dari seorang perempuan.
“Justru kalau misalnya kita kind tapi di sisi lain otak kita juga dipenuhi dengan kekusutan yang lain, itu kindnessnya nggak memancar, kindnessnya ketiban jadi redup sama kekusutannya gitu. Jadi baik itu aku selalu bilang ya bahwa niat yang baik itu harus dibarengi dengan penalaran yang benar juga, sehingga outputnya tuh jadi baik gitu,” ujar Cania.
Editor: Dani M Dahwilani