Gejala Flu Perut yang Harus Diwaspadai, Diare Cair Disertai Demam
JAKARTA, iNews.id - Wabah flu perut yang terjadi di kapal pesiar Ambition menjadi perhatian dunia setelah ratusan penumpang dan awak kapal dilaporkan mengalami gangguan pencernaan secara massal. Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya viral gastroenteritis atau yang lebih dikenal sebagai flu perut.
Penyakit ini dikenal sangat mudah menular, terutama di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar, hotel, rumah sakit, hingga asrama. Dalam banyak kasus outbreak di kapal pesiar, norovirus menjadi penyebab paling umum karena penyebarannya sangat cepat melalui makanan, permukaan benda, hingga kontak antarmanusia.
Meski sering disebut flu perut, penyakit ini sebenarnya berbeda dengan influenza biasa. Flu perut menyerang sistem pencernaan, terutama lambung dan usus, sehingga gejala utamanya didominasi muntah dan diare.
Gejala flu perut biasanya muncul dalam waktu 12 hingga 48 jam setelah seseorang terpapar virus. Pada sebagian kasus, keluhan dapat berlangsung selama satu hingga tiga hari.
Tanda paling umum yang sering dialami penderita meliputi:
- Diare cair
- Mual
- Muntah mendadak
- Kram atau nyeri perut
- Demam ringan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Tubuh terasa lemas
Pada wabah di kapal pesiar, gejala muntah dan diare biasanya muncul hampir bersamaan pada banyak penumpang dalam waktu singkat. Kondisi inilah yang membuat outbreak dapat menyebar cepat.
Menurut penjelasan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), sebagian besar penderita dapat pulih sendiri. Namun, flu perut tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan dehidrasi serius.
Dehidrasi menjadi komplikasi paling berbahaya dari flu perut, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Beberapa tanda dehidrasi akibat muntah dan diare berlebihan antara lain:
- Mulut terasa sangat kering
- Jarang buang air kecil
- Urine berwarna pekat
- Pusing
- Tubuh sangat lemas
- Mata terlihat cekung
- Detak jantung lebih cepat
Jika kondisi tersebut muncul, penderita dianjurkan segera mendapatkan penanganan medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kapal pesiar menjadi lokasi yang sangat rentan terhadap penyebaran norovirus karena banyak orang berada dalam ruang tertutup dan menggunakan fasilitas bersama.
Virus dapat menyebar melalui:
- Makanan atau minuman yang terkontaminasi
- Tangan yang tidak bersih setelah dari toilet
- Permukaan benda yang terkena virus
- Kontak langsung dengan penderita
- Partikel kecil muntahan yang menyebar di udara sekitar
Karena itulah, kasus flu perut di kapal pesiar sering berkembang menjadi outbreak dalam waktu cepat.
Pencegahan utama flu perut adalah menjaga kebersihan tangan dan lingkungan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dinilai lebih efektif dibanding hanya menggunakan hand sanitizer.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan:
- Tidak menyiapkan makanan saat sedang sakit
- Membersihkan permukaan yang terkontaminasi
- Mencuci buah dan sayur hingga bersih
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang mengalami muntah atau diare
Meski umumnya dapat sembuh sendiri, gejala flu perut tetap tidak boleh dianggap sepele, terutama jika muntah dan diare berlangsung terus-menerus hingga menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.
Editor: Muhammad Sukardi