Gejala Campak yang Harus Diwaspadai, Ruam Merah di Belakang Telinga!
JAKARTA, iNews.id - Penyakit campak sedang mewabah di Indonesia. Para orang tua diminta lebih perhatian terhadap kesehatan anak-anak di rumah, termasuk mengenali gejala campak.
Infeksi saluran napas ini diketahui memiliki gejala khas yaitu munculnya ruam-ruam di kulit. Tapi, ruam kemerahan umumnya pertama kali muncul di belakang telinga, baru kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Anak dr Kristian Wongso, Sp.A, bahwa campak memiliki ruam kemerahan yang khas, berbeda dengan demam berdarah. Seperti apa penjelasan selengkapnya? Simak informasi berikut ini. 
Secara umum, penyakit campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Morbillivirus. Virus masuk ke tubuh melalui droplet atau percikan batuk maupun bersin.
Campak Mewabah di Indonesia, 572 Kasus Terkonfirmasi!
Setelah virus itu masuk, virus mulai menginfeksi tubuh. Umumnya, pasien akan mengalami demam sangat tinggi, bisa mencapai 40 derajat celcius pada hari ke-15 setelah paparan.
Nah, ruam merah di kulit muncul pada hari ke-18 setelah tubuh terpapar virus. Jadi, bukan sehari setelah tertular, gejala khas itu akan muncul.
Sedih, 72 Anak Meninggal Dunia akibat Wabah Campak di Indonesia
"Virus campak ini akan membuat semacam ruam-ruam merah di seluruh tubuh. Ruamnya paling sering muncul pertama kali di belakang kuping, baru menyebar ke seluruh tubuh," kata dr Kristian dalam konten edukasi Mayapada Hospital di Youtube, Kamis (5/3/2026).
Viral Influencer Ruce Nuenda Kena Campak dan Berkeliaran, Netizen Murka!
Selain demam dan ruam merah, gejala lain dari campak yaitu:
- Batuk dan pilek
- Gatal-gatal, disertai diare
- Mata merah
Jika penyakit campak ini tidak diterapi dengan baik, ada kondisi berbahaya yang bisa terjadi. Komplikasi itu antara lain kejang-kejang, radang otak, radang paru, hingga meninggal dunia.
"Pada beberapa kasus, campak ini menyebabkan mata rusak. Karenanya, pemerintah sangat agresif mengenai infeksi ini," ungkap dr Kristian.
Editor: Muhammad Sukardi