Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Gejala Campak yang Harus Diwaspadai, Ruam Merah di Belakang Telinga!

Kamis, 05 Maret 2026 - 09:31:00 WIB
Gejala Campak yang Harus Diwaspadai, Ruam Merah di Belakang Telinga!
Gejala khas campak yang umum terjadi, munculnya ruam merah di belakang telinga. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penyakit campak sedang mewabah di Indonesia. Para orang tua diminta lebih perhatian terhadap kesehatan anak-anak di rumah, termasuk mengenali gejala campak

Infeksi saluran napas ini diketahui memiliki gejala khas yaitu munculnya ruam-ruam di kulit. Tapi, ruam kemerahan umumnya pertama kali muncul di belakang telinga, baru kemudian menyebar ke seluruh tubuh. 

Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Anak dr Kristian Wongso, Sp.A, bahwa campak memiliki ruam kemerahan yang khas, berbeda dengan demam berdarah. Seperti apa penjelasan selengkapnya? Simak informasi berikut ini. 

Penyakit campak gampang menular ke orang lain. (Foto: Ilustrasi AI)
Penyakit campak gampang menular ke orang lain. (Foto: Ilustrasi AI)

Gejala Penyakit Campak

Secara umum, penyakit campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Morbillivirus. Virus masuk ke tubuh melalui droplet atau percikan batuk maupun bersin. 

Setelah virus itu masuk, virus mulai menginfeksi tubuh. Umumnya, pasien akan mengalami demam sangat tinggi, bisa mencapai 40 derajat celcius pada hari ke-15 setelah paparan. 

Nah, ruam merah di kulit muncul pada hari ke-18 setelah tubuh terpapar virus. Jadi, bukan sehari setelah tertular, gejala khas itu akan muncul. 

"Virus campak ini akan membuat semacam ruam-ruam merah di seluruh tubuh. Ruamnya paling sering muncul pertama kali di belakang kuping, baru menyebar ke seluruh tubuh," kata dr Kristian dalam konten edukasi Mayapada Hospital di Youtube, Kamis (5/3/2026). 

Selain demam dan ruam merah, gejala lain dari campak yaitu: 

- Batuk dan pilek
- Gatal-gatal, disertai diare
- Mata merah

Jika penyakit campak ini tidak diterapi dengan baik, ada kondisi berbahaya yang bisa terjadi. Komplikasi itu antara lain kejang-kejang, radang otak, radang paru, hingga meninggal dunia. 

"Pada beberapa kasus, campak ini menyebabkan mata rusak. Karenanya, pemerintah sangat agresif mengenai infeksi ini," ungkap dr Kristian.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut