Felicya Angelista Blak-blakan Ngaku Sedot Lemak Prosedur LAMS, Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id – Penampilan terbaru artis Felicya Angelista yang terlihat semakin tirus sempat memicu spekulasi di media sosial. Tidak sedikit netizen menduga istri Caesar Hito itu menjalani operasi plastik (oplas) pada wajahnya.
Namun, Felicya Angelista dengan tegas membantah tudingan tersebut. Dia memastikan tidak melakukan operasi pada hidung maupun kelopak mata seperti yang ramai diperbincangkan.
"Aku sampai bingung, ada yang bilang operasi hidung, operasi kelopak mata. Enggak ya," kata Felicya Angelista saat ditemui di kawasan Senayan, belum lama ini.
Menurut ibu dua anak itu, perubahan bentuk wajahnya terjadi karena berat badannya turun setelah menjalani pola hidup sehat secara konsisten. Dia mengaku rutin berolahraga, mulai dari angkat beban, pilates, hingga lari, serta menerapkan pola makan intermittent fasting.
"Mungkin karena aku kurusan, hidungnya jadi majuan. Tapi kalau dari depan tetap melebar kok, hidung hoki dong," ujarnya.
Meski membantah menjalani operasi plastik, Felicya mengaku pernah melakukan prosedur estetika non-bedah untuk membantu mengurangi lemak di beberapa bagian tubuh.
"Aku cuma melakukan LAMS untuk ngurangin lemak di area tangan dan perut aku," ungkapnya.
Pengakuan tersebut pun membuat banyak netizen penasaran mengenai apa sebenarnya prosedur LAMS atau LAMS treatment dan apakah tindakan tersebut aman dilakukan.
LAMS merupakan salah satu prosedur estetika non-bedah yang bertujuan membantu mengurangi timbunan lemak pada area tubuh tertentu, seperti lengan, perut, paha, atau dagu. Berbeda dengan sedot lemak (liposuction) yang memerlukan tindakan operasi, prosedur ini umumnya dilakukan tanpa pembedahan besar sehingga waktu pemulihannya relatif lebih singkat.
Di berbagai klinik kecantikan, istilah LAMS sering digunakan sebagai metode pembentukan tubuh (body contouring) dengan memanfaatkan teknologi tertentu, seperti energi panas, gelombang ultrasonik, laser, atau kombinasi teknik lain untuk membantu menghancurkan sel lemak. Nama dan teknologi yang digunakan dapat berbeda-beda tergantung penyedia layanan.
Perlu diketahui, istilah LAMS bukan merupakan nama prosedur medis yang baku secara internasional. Karena itu, masyarakat sebaiknya menanyakan secara detail teknologi yang digunakan sebelum memutuskan menjalani tindakan.
Secara umum, prosedur pengurangan lemak non-bedah dinilai relatif aman apabila dilakukan oleh dokter yang kompeten dan pada fasilitas kesehatan atau klinik berizin. Namun, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang dan tidak bisa menggantikan pola hidup sehat.
Beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul setelah prosedur meliputi:
Meski jarang, tindakan estetika tetap memiliki risiko apabila dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten atau menggunakan alat yang tidak sesuai standar.
Karena itu, siapa pun yang ingin menjalani prosedur pembentukan tubuh disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar dapat mengetahui manfaat, risiko, serta apakah tindakan tersebut sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Editor: Muhammad Sukardi