Donald Trump Sakit Insufisiensi Vena Kronik gegara Sering Jabat Tangan
JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sakit insufisiensi vena kronik (IVK). Penyakitnya itu terjadi gegara terlalu sering berjabat tangan.
"Kondisi ini disebabkan oleh jabat tangan yang terlalu sering dan penggunaan aspirin yang merupakan pengobatan standar untuk pencegahan penyakit kardiovaskular," ungkap Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, dikutip dari BBC, Senin (21/7/2025).
Leavitt menerangkan, apa yang terjadi pada Donald Trump adalah hal umum dan merupakan efek samping tidak berbahaya dari aspirin. "Presiden Trump kondisinya sehat meski dengan kondisi IVK di punggung tangannya," tambah Leavitt.
Sebagai informasi, penyakit insufisiensi vena kronik atau IVK adalah kondisi ketika aliran darah dari tubuh kembali jantung terganggu karena katup vena yang tidak berfungsi dengan baik.
Trump Sebut 5 Jet Tempur Ditembak Jatuh saat Perang India-Pakistan
Akibatnya, darah tidak dapat mengalir lancar kembali ke jantung, menyebabkan darah menumpuk di vena. Pada kasus Donald Trump, penumpukan terjadi di tangannya. Beberapa informasi juga mengatakan betis Trump mengalami kondisi ini.
Trump Marahi Netanyahu setelah Israel Ngebom Gereja Katolik Gaza
Sebelumnya, Donald Trump mengeluhkan kaki bengkak yang cukup mengganggu. Dia kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan dan didiagnosis mengidap insufisiensi vena kronik.
Penyakit itu tidak berbahaya dan umum terjadi pada individu berusia 70 tahun ke atas. Karena itu, pihak Gedung Putih pun dapat memastikan kondisi kesehatan Trump sehat dan sangat prima.
Profil Rupert Murdoch, Taipan Media yang Digugat Donald Trump
Editor: Muhammad Sukardi