Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemprov DKI: RDF Rorotan Dilengkapi Alat Canggih Pengontrol Polusi Udara, Minimalisasi Bau
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Ungkap Polusi Udara Berbahaya untuk Kesehatan Paru, Bisa Timbulkan Penyakit Ini

Senin, 14 Agustus 2023 - 15:47:00 WIB
Dokter Ungkap Polusi Udara Berbahaya untuk Kesehatan Paru, Bisa Timbulkan Penyakit Ini
Ilustrasi polusi udara yang makin buruk. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kondisi udara di Indonesia khususnya beberapa kota besar makin memprihatinkan. Polusi udara yang semakin memburuk bahkan bisa menimbulkan masalah pada paru-paru.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dokter Erlina Burhan, MSc SpP(K), efek polusi pada paru-paru tentunya tidak main-main. Bahkan tingkat keparahannya dipengaruhi berbagai kombinasi.

"Tingkat keparahan efek polusi pada paru-paru bergantung pada kombinasi faktor yaitu, tingkat dan durasi paparan, polutan spesifik yang ada, status kesehatan individu, dan kondisi paru-paru yang sudah ada sebelumnya," kata dr Erlina dikutip dari cuitannya di Twitter @erlinaburhan, Senin (14/8/2023).

Dokter Erlina pun menjelaskan efek polusi yang dapat mempengaruhi paru-paru. Dia mengatakan paparan polusi dapat menyebabkan penurunan fungsi paru secara bertahap.

"Paru-paru tidak bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal. Akibatnya ketahanan fisik dan kualitas hidup pun menurun," katanya.

Bisa juga terjadi peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan seperti ISPA, pneumonia, dan bronkitis karena melemahnya kekebalan. Anak-anak dan orang tua lebih rentan terhadap infeksi ini.

"Rentan juga terjadi serangan asma lebih sering dan parah saat terpapar udara yang tercemar (polusi udara dikenal sebagai pemicu serangan asma)," katanya.


Dokter Erlina juga menyebut paparan polusi tingkat tinggi dengan jangka waktu panjang dikaitkan dengan perkembangan penyakit paru-paru kronis seperti COPD atau PPOK. Lebih lanjut dr Erlina mengatakan risiko komplikasi parah dan rentan gejala terjadi pada orang yang telah memiliki kondisi paru-paru kurang baik, penyakit kardiovaskular, atau masalah kesehatan kronis lainnya.

"Ditandai dengan keterbatasan aliran udara, bronkitis kronis, dan emfisema. Meningkatnya risiko kanker dari karsinogen di udara karena kontak yang terlalu lama, serta gangguan perkembangan paru pada anak yang dapat bertahan hingga dewasa," katanya.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut