Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masjid Agung Al-Azhar Sediakan 700 Boks Makanan Buka Puasa Gratis selama Ramadhan
Advertisement . Scroll to see content

Deretan Makanan Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur, Bisa Ganggu Kualitas Istirahat

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:45:00 WIB
Deretan Makanan Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur, Bisa Ganggu Kualitas Istirahat
Beberapa jenis makanan dapat memicu gangguan pencernaan, meningkatkan asam lambung, hingga membuat tubuh sulit tidur. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Makan sebelum tidur kerap menjadi kebiasaan banyak orang, terutama ketika rasa lapar datang pada malam hari. Kondisi ini juga sering terjadi saat bulan Ramadan, ketika waktu makan terbatas pada malam hari sehingga sebagian orang cenderung mengonsumsi berbagai makanan menjelang waktu tidur.

Padahal, tidak semua makanan aman dikonsumsi sebelum beristirahat. Beberapa jenis makanan justru dapat memicu gangguan pencernaan, meningkatkan asam lambung, hingga membuat tubuh sulit terlelap.

Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, makanan tertentu dapat membuat tubuh tetap bekerja mencerna makanan. Akibatnya, kualitas tidur bisa menurun dan tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal.

Berikut sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari sebelum tidur.

Tomat

Tomat dikenal memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Kandungan asam ini berpotensi memicu rasa tidak nyaman pada kerongkongan, terutama bagi orang yang memiliki masalah refluks asam lambung.

Ketika seseorang berbaring setelah mengonsumsi makanan asam seperti tomat, sensasi perih atau panas pada dada dapat muncul. Kondisi tersebut bisa mengganggu kenyamanan saat tidur.

Cheeseburger

Makanan tinggi lemak seperti cheeseburger membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Kandungan lemak jenuh yang tinggi membuat proses pengosongan lambung berjalan lebih lambat.

Akibatnya, tubuh masih bekerja mencerna makanan saat seharusnya beristirahat. Kondisi ini dapat membuat tidur terasa tidak nyaman dan kualitas istirahat menurun.

Donat

Donat termasuk makanan yang digoreng dan memiliki kadar gula tinggi. Kombinasi lemak dan gula tersebut dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan jika dikonsumsi menjelang waktu tidur.

Selain itu, lonjakan kadar gula darah sebelum tidur juga bisa membuat tubuh menjadi lebih aktif sehingga sulit untuk langsung terlelap.

Cokelat

Banyak orang menganggap cokelat sebagai camilan ringan yang aman dikonsumsi kapan saja. Namun, terutama pada cokelat hitam, terdapat kandungan kafein yang dapat merangsang sistem saraf.

Kafein diketahui dapat membuat tubuh tetap terjaga lebih lama. Karena itu, mengonsumsi cokelat sebelum tidur berpotensi mengganggu kualitas istirahat.

Makanan Pedas

Makanan pedas memang menggugah selera, tetapi tidak selalu cocok dikonsumsi menjelang tidur. Bagi sebagian orang, makanan pedas dapat memicu gangguan pencernaan.

Selain itu, makanan pedas juga dapat memperparah refluks asam lambung. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi panas di dada dan membuat tidur menjadi tidak nyaman.

Pizza

Pizza sering menjadi pilihan camilan malam yang praktis dan mengenyangkan. Namun makanan ini mengandung kombinasi saus tomat yang asam, keju tinggi lemak, serta karbohidrat olahan.

Perpaduan tersebut dapat membuat perut terasa penuh dan berat. Jika dikonsumsi sebelum tidur, pizza berpotensi memicu gangguan pencernaan yang mengganggu kualitas istirahat.

Keripik

Keripik merupakan camilan yang banyak dikonsumsi saat bersantai di malam hari. Meski terasa ringan, makanan ini umumnya mengandung lemak dan garam dalam jumlah tinggi.

Beberapa penelitian bahkan mengaitkan konsumsi makanan tinggi lemak dengan gangguan tidur. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga dikaitkan dengan munculnya mimpi buruk.

Karena itu, sebaiknya memberi jeda waktu antara makan malam dan waktu tidur. Menghindari makanan berat atau berlemak menjelang tidur dapat membantu tubuh beristirahat dengan lebih optimal dan menjaga kualitas tidur tetap baik.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut