Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Benarkah Jus Jambu Ampuh Atasi DBD? Ini Kata Dokter
Advertisement . Scroll to see content

Demam Turun Bukan Berarti Sembuh, Ini Fase Paling Kritis pada Pasien DBD

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:45:00 WIB
Demam Turun Bukan Berarti Sembuh, Ini Fase Paling Kritis pada Pasien DBD
Demam turun pada DBD adalah masa kritis bagi pasien. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Banyak masyarakat mengira pasien demam berdarah dengue (DBD) mulai sembuh ketika suhu tubuhnya turun dan tidak lagi mengalami demam tinggi. Padahal, kondisi tersebut justru bisa menjadi fase paling berbahaya dalam perjalanan penyakit DBD.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital dr Yudha Friatna, Sp.PD, menjelaskan bahwa fase kritis DBD umumnya terjadi pada hari ketiga hingga ketujuh setelah demam muncul. Pada fase ini, pasien memang sering terlihat lebih segar karena demam mulai hilang, namun trombosit justru mengalami penurunan drastis.

"Yang sering salah dipahami masyarakat adalah ketika demamnya turun dianggap sudah sembuh. Padahal saat bebas demam itu justru fase kritis," ujar dr Yudha di Podcast Hola Dok, belum lama ini. 

Menurutnya, fase kritis dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti perdarahan hingga syok akibat kebocoran plasma dalam tubuh. Kondisi itu bisa membahayakan nyawa apabila pasien tidak dipantau secara ketat.

Ia mengatakan, banyak pasien memilih kembali beraktivitas setelah merasa suhu tubuhnya membaik. Padahal pada fase tersebut, tubuh masih dalam kondisi rentan.

"Pasien sering merasa sudah sehat karena tidak demam lagi, akhirnya tidak mau kontrol atau cek darah ulang. Itu yang berbahaya," katanya.

Dalam penanganan DBD, pemantauan trombosit menjadi salah satu hal penting. Pemeriksaan darah biasanya dilakukan setiap 24 jam untuk melihat perkembangan kondisi pasien.

Dokter Yudha juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan demam tinggi mendadak, terutama jika disertai pegal-pegal, mual, muntah, atau tubuh terasa lemas.

"Kalau muncul demam mendadak tinggi tanpa sebab jelas, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan tunggu parah," ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi mengenai perjalanan penyakit DBD agar masyarakat memahami bahwa kondisi pasien bisa memburuk meski demam sudah mereda.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut