Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Diserang Suhu Panas Ekstrem, Waspada Double Environmental Burden!
Advertisement . Scroll to see content

Cuaca Panas Ekstrem dan Polusi Tingkatkan Risiko Kematian, Ini Penjelasan Dokter

Kamis, 30 April 2026 - 16:27:00 WIB
Cuaca Panas Ekstrem dan Polusi Tingkatkan Risiko Kematian, Ini Penjelasan Dokter
DKI Jakarta diserang panas ekstrem dan polusi udara. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Beberapa wilayah di Indonesia menghadapi masalah suhu panas ekstrem belakangan ini, tak terkecuali DKI Jakarta. Bahkan ibu kota tercatat memiliki kualitas udara yang buruk.

Kombinasi suhu panas ekstrem dan polusi udara ternyata memiliki dampak yang jauh lebih berbahaya dibandingkan jika keduanya terjadi secara terpisah. Risiko kesehatan yang muncul bersifat sinergis dan bisa meningkatkan angka kematian secara signifikan.

Ahli Kesehatan Lingkungan dr Dicky Budiman menjelaskan, kondisi ini dikenal sebagai 'synergistic risk', di mana dua faktor lingkungan saling memperkuat dampak buruknya. 

"Risikonya bersifat sinergi, artinya lebih berat dibandingkan kalau kejadiannya terpisah," ujarnya saat dihubungi iNews.id, Kamis (30/4/2026).

Situasi cuaca panas di kota besar. (Foto: Aldhi Chandra)
Situasi cuaca panas di kota besar. (Foto: Aldhi Chandra)

Ia menambahkan, kombinasi tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko secara multiplicatif. Artinya bukan sekadar bertambah, tapi dilipatgandakan dampaknya terhadap kesehatan.

Berdasarkan data riset global, kondisi ini berkontribusi pada peningkatan mortalitas harian hingga sekitar 20 persen. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi masyarakat perkotaan saat ini.

Tidak hanya itu, risiko rawat inap juga meningkat signifikan. Dokter Dicky menyebutkan bahwa kombinasi panas tinggi dan polusi, khususnya PM2.5, dapat meningkatkan angka rawat inap hingga lebih dari 25 persen.

"Ini bukan hanya soal ketidaknyamanan, tapi sudah berdampak langsung pada sistem kesehatan," jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa kondisi ini sering kali tidak disadari masyarakat sebagai ancaman serius. Padahal, dampaknya bisa sangat cepat dan luas.

"Karena terjadi bersamaan, masyarakat sering tidak menyadari bahwa risiko kesehatannya meningkat drastis," tambahnya.

Dengan kata lain, dr Dicky menegaskan bahwa kombinasi panas dan polusi harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan kesehatan dan lingkungan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut