Chelsea Olivia Jalani 4 Operasi Sekaligus di Malaysia, Ada Gangguan di Rahim?
JAKARTA, iNews.id - Kabar mengejutkan datang dari artis Chelsea Olivia. Melalui unggahan Instagram, dia diketahui menjalani operasi di Malaysia.
Tak hanya satu operasi, melainkan empat tindakan medis sekaligus. Dugaan kuat, semua tindakan tersebut dilakukan berkaitan dengan rahimnya.
Keempat tindakan medis tersebut yaitu Hysteroscopy, Polypectomy, D&C, dan Endometrial Resection.
"Hi guys terima kasih banyak untuk doa-doanya. Sekarang aku masih proses recovery after small surgery, Hysteroscopy, Polypectomy, D&C, dan Endometrial Resection. Jika sudah lebih membaik, nanti aku ceritain kenapa bisa terjadi," kata Chelsea, dikutip Rabu (25/2/2026).
Mengejutkan! Chelsea Olivia Jalani Operasi di Malaysia, Sakit Apa?
Menjadi pertanyaan sekarang, apa sebetulnya Hysteroscopy, Polypectomy, D&C, dan Endometrial Resection? Simak pembahasan selengkapnya di artikel ini.
Hysteroscopy atau histeroskopi merupakan prosedur pemeriksaan bagian dalam rahim menggunakan alat bernama histeroskop, yakni selang tipis berkamera yang dimasukkan melalui vagina dan leher rahim.
Tindakan ini bertujuan untuk mendiagnosis penyebab perdarahan abnormal, mendeteksi polip atau miom, hingga mengevaluasi kondisi rahim pada wanita yang mengalami kesulitan hamil. Prosedur ini umumnya berlangsung sekitar 15–30 menit dan dapat dilakukan dengan anestesi ringan.
Chelsea Olivia Siap Lahiran, Glenn Alinskie Minta Doa

Polypectomy adalah prosedur pengangkatan polip rahim, yaitu jaringan kecil yang tumbuh di dinding bagian dalam rahim. Tindakan ini sering dilakukan bersamaan dengan histeroskopi.
Pengangkatan polip bertujuan mengatasi perdarahan berlebihan, nyeri haid, serta meningkatkan peluang kehamilan jika polip mengganggu proses implantasi. Sebagian besar polip bersifat jinak, namun jaringan yang diangkat tetap akan diperiksa di laboratorium untuk memastikan tidak ada kelainan sel.
D&C atau dilatasi dan kuretase merupakan prosedur membuka leher rahim (dilatasi) dan mengangkat jaringan dari dalam rahim menggunakan alat khusus bernama kuret.
Tindakan ini dilakukan untuk membersihkan sisa jaringan setelah keguguran, menangani perdarahan hebat, atau mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah prosedur, pasien biasanya mengalami kram dan perdarahan ringan yang bersifat sementara.
Endometrial resection adalah prosedur pengangkatan sebagian besar lapisan dalam rahim (endometrium). Tindakan ini umumnya dilakukan pada pasien dengan menstruasi sangat berat atau menahun yang tidak membaik dengan pengobatan.
Karena mengangkat lapisan rahim secara luas, prosedur ini dapat mengurangi bahkan menghentikan menstruasi. Namun, tindakan tersebut biasanya tidak disarankan bagi wanita yang masih berencana memiliki anak karena peluang hamil setelahnya sangat kecil.
Dengan kata lain, tindakan medis tersebut berkaitan dengan rahim. Hingga saat ini, Chelsea belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Dia baru akan menjelaskan prosedur medis yang dijalaninya setelah proses recovery selesai. Kini, dia masih dalam fase pemulihan pascaoperasi di Malaysia.
Editor: Muhammad Sukardi