Cegah Talasemia pada Calon Buah Hati dengan Lakukan Ini Sebelum Menikah
JAKARTA, iNews.id - Talasemia merupakan penyakit kelainan darah dengan kondisi jumlah hemoglobin kurang dari angka normal. Meski bukan penyakit menular, talasemia telah menjadi mata rantai di Indonesia karena ini merupakan penyakit turunan.
Talasemia terjadi akibat gangguan pembentukan rantai globin yang merupakan komponen sel darah merah. Gangguan pembentukan rantai globin alfa disebut sebagai talasemia alfa, sementara gangguan pembentukan rantai beta disebut talasemia beta.
Talasemia terbagi menjadi tiga, yaitu, talasemia mayor, talasemia intermedia, dan talasemia minor atau carrier atau pembawa sifat.
Penyandang talasemia umumnya memiliki gejala berupa pucat, perut tampak membesar karena pembengkakan limpa dan hati, dan apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka serta warna kulit menjadi hitam.
Mau Sehat Selama Pandemi, Jaga Imunitas Tubuh dengan Vitamin C
Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Dr dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, mengatakan, penyandang talasemia di Indonesia sampai saat ini ada 10.515 orang.
“Talasemia mayor diturunkan dari orang tua yang jadi penyandang maupun carrier. Oleh karena itu, upaya deteksi dini untuk menemukan carrier talasemia diharapkan mencegah terjadinya perkawinan sesama carrier sehingga mencegah kelahiran bayi dengan talasemia mayor,” kata dr Maxi Rein Rondonuwu di acara ‘Media Briefing Hari Talasemia Sedunia 2021’ yang digelar virtual, Rabu (5/5/2021).
Infografis Vitamin C Perkuat Imunitas Tubuh
Sebagai penyakit turunan, dia mengimbau masyarakat melakukan pencegahan melalui deteksi dini sebelum menikah. Hal itu menjadi penting untuk mencegah kelahiran bayi dengan talasemia.
Tingkatkan Imunitas di Tengah Pandemi Covid-19, Konsumsi Vitamin C
Sebab, penyandang talasemia harus melakukan beragam pengobatan. Mulai dari penambahan vitamin hingga transfusi darah secara rutin seumur hidupnya pada kasus talasemia mayor. Pada kasus talasemia yang parah, kemungkinan penyandang juga akan dianjurkan untuk melakukan transplantasi sumsum tulang.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan dengan melakukan skrining atau deteksi dini sebelum menikah. “Melakukan skrining dan deteksi secara dini sebelum menikah penting untuk mencegah perkawinan antara pembawa sifat yang dapat meningkatkan kelahiran bayi dengan talasemia. Jadi, kalau dua-duanya ada pembawa sifat, suami istri itu, bisa lahir (anak dengan) talasemia mayor,” ujarnya.
Penyebab Covid-19 karena Kurang Vitamin, Ini Penjelasannya
Editor: Dyah Ayu Pamela