Catat! Dokter Tegaskan Makan Telur Tidak Bikin Bisulan
JAKARTA, iNews.id – Anggapan bahwa terlalu banyak makan telur dapat menyebabkan bisulan masih sering dipercaya sebagian masyarakat Indonesia. Padahal, dari sisi medis, anggapan tersebut hanyalah mitos yang tidak didukung bukti ilmiah.
Dokter Adam Prabata, edukator kesehatan yang aktif di media sosial, menegaskan bahwa mengonsumsi telur menyebabkan bisulan adalah mitos.
"Mitos! Makan telur gak bikin bisulan. Bisulan itu disebabkan oleh infeksi bakteri," tegas dr Adam, dikutip dari X @AdamPrabata, Jumat (24/7/2026).
Lebih lanjut, menurut Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan konsumsi telur dapat memicu munculnya bisul. Sebaliknya, bisul merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, bukan karena jenis makanan tertentu.
Bisul atau furunkel terjadi ketika folikel rambut atau kelenjar minyak pada kulit terinfeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus. Infeksi tersebut kemudian memicu benjolan berwarna merah, terasa nyeri, dan lama-kelamaan berisi nanah.
Menurut CDC, bakteri penyebab bisul dapat masuk melalui luka kecil atau celah pada kulit. Kondisi ini lebih mudah terjadi pada orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, kebersihan kulit kurang terjaga, atau memiliki penyakit tertentu seperti diabetes.
Dengan kata lain, penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri, bukan telur maupun makanan berprotein lainnya.
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi yang mengandung berbagai zat gizi penting, seperti vitamin D, vitamin B12, kolin, selenium, serta asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Protein dalam telur berperan penting untuk membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mendukung sistem kekebalan tubuh. Karena itu, bagi orang yang tidak memiliki alergi telur, makanan ini tetap aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Tidak ada bukti bahwa kandungan protein dalam telur akan memicu terbentuknya bisul.
Daripada menghindari telur, masyarakat sebaiknya lebih memperhatikan faktor-faktor yang memang terbukti meningkatkan risiko bisul, antara lain:
Menjaga kebersihan tubuh, rutin mencuci tangan, serta segera membersihkan luka kecil dapat membantu mengurangi risiko terjadinya infeksi kulit, termasuk bisul.
Editor: Muhammad Sukardi