Catat! Cegukan Tak Kunjung Berhenti seperti Dialami Tio Pakusadewo Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung
JAKARTA, iNews.id – Pengakuan aktor senior Tio Pakusadewo soal gejala yang dialami sebelum menjalani pemasangan ring jantung mengejutkan banyak orang. Pasalnya, Tio mengaku mengalami cegukan yang tak kunjung berhenti selama lebih dari dua bulan.
Padahal umumnya pasien gangguan jantung mengalami gejala seperti nyeri dada atau sesak napas seperti. Namun gejala tersebut tidak dialami Tio, karenanya dia sempat mrnyepelekan cegukan yang tak kunjung berhenti itu.
“Cegukan-cegukan. Cegukan tapi lebih dari dua bulan lah, nggak berhenti-berhenti,” ujar Tio saat menceritakan kondisinya, belum lama ini.
Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, Tio baru mengetahui bahwa dirinya mengalami gangguan jantung yang kemudian mengharuskannya menjalani tindakan pemasangan ring jantung.
Kasus yang dialami Tio pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, benarkah cegukan berkepanjangan bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung?
Menurut Mayo Clinic, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam dikenal sebagai persistent hiccups atau cegukan persisten. Kondisi ini berbeda dengan cegukan biasa yang umumnya hilang dalam hitungan menit atau jam.
Cegukan kronis dapat terjadi akibat gangguan pada saraf vagus dan saraf frenikus yang berperan mengendalikan gerakan diafragma. Selain masalah pada sistem pencernaan dan saraf, beberapa penyakit serius juga dapat memicu kondisi tersebut. Mayo Clinic
Sementara itu, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa cegukan yang berlangsung lebih dari dua hari sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menjadi gejala dari kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan segera.
Meski bukan gejala khas penyakit jantung, sejumlah penelitian dan laporan medis menunjukkan bahwa cegukan kronis dapat muncul pada beberapa pasien dengan gangguan kardiovaskular.
Kondisi seperti serangan jantung, perikarditis atau peradangan selaput jantung, gagal jantung, hingga gangguan pembuluh darah besar di area dada dapat menyebabkan iritasi pada saraf yang mengatur refleks cegukan.
Ketika saraf frenikus atau saraf vagus terganggu, diafragma dapat berkontraksi secara berulang dan tidak terkendali sehingga memicu cegukan yang berlangsung terus-menerus.
Karena itulah, dokter terkadang akan melakukan pemeriksaan jantung, termasuk elektrokardiogram (EKG), pada pasien yang mengalami cegukan berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas.
Banyak orang menganggap cegukan hanya gangguan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, jika berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu, kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Selain penyakit jantung, cegukan kronis juga dapat dipicu oleh gangguan lambung dan kerongkongan, penyakit hati, gangguan ginjal, infeksi tertentu, hingga kelainan pada sistem saraf pusat.
Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat segera memeriksakan diri apabila cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, terutama jika disertai keluhan lain seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, sulit makan, sulit tidur, atau penurunan kondisi fisik.
Editor: Muhammad Sukardi