Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Diet, Tren Longevity Ajak Anak Muda Investasi Kesehatan Sejak Dini
Advertisement . Scroll to see content

Berhenti Makan Gorengan Terbukti Bikin Panjang Umur? Ini Faktanya!

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:05:00 WIB
Berhenti Makan Gorengan Terbukti Bikin Panjang Umur? Ini Faktanya!
Ilustrasi makan gorengan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan mengonsumsi gorengan yang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dinilai masih menjadi tantangan dalam upaya menerapkan gaya hidup sehat. Padahal, pola makan yang lebih baik menjadi salah satu kunci memperpanjang harapan hidup.

Pendiri Borderless Healthcare Group, Wei Siang Yu, menilai bahwa kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan masih perlu ditingkatkan. Menurut dia, konsumsi makanan tinggi lemak seperti gorengan masih cukup tinggi di berbagai kalangan.

"Jadi, bagaimana mereka melindungi tubuh mereka, terutama bagaimana mereka melindungi bagian organ tertentu dan semua itu, mungkin orang Indonesia tidak begitu mengetahuinya. Oleh karena itu, untuk makanan, misalnya, ada banyak makanan gorengan," kata Wei saat diwawancarai di Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ia menjelaskan bahwa menjaga kesehatan tidak seharusnya dimulai saat seseorang sudah jatuh sakit. Sebaliknya, masyarakat perlu membangun kesadaran untuk menjaga tubuh sejak dini agar dapat menikmati masa tua yang lebih sehat.

Menurut Wei, konsep longevity atau umur panjang yang sehat dapat menjadi cara baru untuk mendorong masyarakat mengubah kebiasaan hidup. Konsep tersebut tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga upaya pencegahan melalui pola hidup yang lebih baik.

"Bukan apa yang mereka lakukan ketika sakit, tapi sebelum sakit, mereka memikirkan umur panjang secara keseluruhan. Menua, tumbuh sehat, dan hidup lebih lama. Jadi, ini sebenarnya waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkan Longevity 5.0 di Indonesia," ujarnya.

Wei mengatakan perubahan pola makan tidak harus dilakukan secara drastis. Masyarakat dapat memulainya dari langkah sederhana, seperti memilih makanan yang lebih sehat tanpa harus meninggalkan cita rasa yang disukai.

Ia mencontohkan makanan favorit masyarakat Indonesia seperti nasi Padang yang dapat dimodifikasi menjadi lebih ramah kesehatan dengan pemilihan lauk yang lebih baik dan kandungan lemak yang lebih rendah.

Selain makanan, Indonesia juga memiliki kekayaan minuman tradisional berupa jamu yang berpotensi mendukung gaya hidup sehat. Menurut Wei, bahan herbal yang digunakan dalam jamu mengandung berbagai komponen yang baik untuk tubuh sehingga dapat menjadi bagian dari konsep longevity food.

Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa keberhasilan menjalani gaya hidup sehat sangat bergantung pada kemauan individu. Dukungan dari dokter, ahli gizi hingga figur publik yang dekat dengan masyarakat dinilai dapat membantu meningkatkan kesadaran untuk hidup lebih sehat dan mengurangi kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan, termasuk konsumsi gorengan berlebihan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut