Berbohong Bisa Menjadi Tanda Penyakit Mental, Ini Buktinya
JAKARTA, iNews.id - Berbohong kerap dianggap lumrah dilakukan oleh sebagian besar orang. Namun, tahukah Anda jika berbohong bukanlah sekadar perilaku biasa. Sebab, hal ini bisa merupakan penyakit mental bernama pseudologia fantastica atau mythomania.
Psikiatris spesialis ilmu jiwa dari Emory University Medical School Amerika Serikat, Dr. Charles Raison mengatakan, pseudologia fantastica adalah jenis berbohong ekstrem berdasarkan faktor genetik yang kuat.
"Secara resmi, ini dikenal sebagai ‘pseudologia fantastica’. Kondisi ini ditandai dengan kecenderungan kronis untuk berbohong, bahkan ketika tidak ada manfaat atau keperluan mendesak untuk berbohong," tutur Charles, seperti yang dikutip dari CNN, Kamis (4/10/2018).
Dia menjelaskan, gejala-gejala gangguan mental ini sebenarnya telah muncul sejak dini. "Jenis berbohong ekstrem seperti itu biasanya mulai kelihatan dari usia yang cukup dini dan dapat menjadi kecenderungan seumur hidup," kata Charles.
Pola perilaku pseudologia fantastica, kata Charles, telah terjadi sejak usia 15 tahun, meskipun hanya orang dewasa 18 tahun yang bisa didiagnosa mengidap penyakit mental tersebut.
Charles juga menyebut sejumlah kecenderungan lain akibat dari pseudologia fantastica, antara lain berperilaku kriminal, tidak mampu mengontrol impuls, mudah marah, gampang melakukan kekerasan fisik, mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain, tidak bertanggung jawab, dan tidak mampu memahami atau menghormati hak-hak orang lain.
Sayangnya, imbuh Charles, pengobatan untuk penyakit ini tidak pernah ditemukan, misalnya berupa obat atau jenis psikoterapi yang secara konsisten bekerja untuk orang dewasa. Namun, kecenderungan tersebut bisa diubah sejak dini, yakni dengan pondasi keluarga yang kokoh dan harmonis.
"Ini menunjukkan, betapa pentingnya pihak keluarga untuk campur tangan di awal kehidupan orang-orang yang memiliki kecenderungan seperti yang disebutkan tadi," kata Charles.
Editor: Tuty Ocktaviany