Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal Buka Puasa Depok Rabu 11 Maret 2026, Lengkap dengan Doa Berbuka
Advertisement . Scroll to see content

Berat Badan Naik padahal Puasa Ramadhan? Ini Biang Keladinya!

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:18:00 WIB
Berat Badan Naik padahal Puasa Ramadhan? Ini Biang Keladinya!
Berat badan naik saat Ramadhan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Puasa Ramadhan identik dengan momen menahan lapar dan haus sepanjang hari. Namun, tidak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan selama bulan puasa.

Menjadi pertanyaan sekarang, kok bisa puasa Ramadhan yang seharusnya menurunkan berat badan, malah kebalikannya? Apa penyebab berat badan naik meski puasa Ramadhan? Simak pembahasan selengkapnya hanya di artikel ini.

Penyebab Berat Badan Naik meski Puasa Ramadhan

Dikatakan Dokter Gizi Klinik Siloam Hospitals Mampang, dr Firisha Virgidewi Witjaksono, SpGK, salah satu penyebab utama berat badan naik meski berpuasa adalah kebiasaan memilih menu berbuka puasa yang salah.

Dokter Sasha mengatakan, kenaikan berat badan saat puasa sering terjadi karena pola makan yang tidak terkontrol ketika berbuka.

"Berat badan naik saat puasa Ramadhan paling sering karena pemilihan menu berbuka puasa," kata dr Sasha dalam acara media gathering bertajuk Ramadhan Revive: Strong Bones, Strong Bonds, di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Menurut dia, setelah menahan lapar dan haus selama berjam-jam, banyak orang cenderung 'balas dendam' saat berbuka dengan langsung menyantap makanan dalam jumlah besar, plus menyantap makanan manis serta gorengan.

Padahal, kebiasaan ini justru dapat memicu lonjakan kalori yang berujung pada kenaikan berat badan.

Menu berbuka seperti es buah dengan tambahan kental manis, kolak yang manis, hingga berbagai gorengan sering kali menjadi pilihan utama. Kombinasi makanan tinggi gula dan lemak ini membuat asupan kalori meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.

Karena itu, dr Sasha menyarankan agar berbuka puasa dimulai dengan makanan yang lebih ringan. Cara ini membantu tubuh beradaptasi setelah perut kosong dalam waktu lama.

"Kalau habis puasa, perut kosong lama, start makan yang ringan dulu supaya perut tidak kaget. Ini juga membantu mencegah lonjakan gula darah dan produksi asam lambung yang berlebihan," ujarnya.

Dia menyarankan untuk memulai berbuka dengan air putih, kurma, atau buah. Setelah itu, beri jeda sekitar 10 hingga 15 menit sebelum mengonsumsi makanan utama.

Langkah sederhana ini tidak hanya membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik, tetapi juga membantu mengontrol jumlah makanan yang masuk ke tubuh.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar tidak langsung makan besar saat berbuka, seperti menyantap nasi lengkap dengan lauk dalam porsi penuh.

Dengan mengatur pola berbuka yang lebih bijak, puasa Ramadhan justru bisa menjadi momen untuk menjaga kesehatan dan mengontrol berat badan, bukan sebaliknya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut