Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Memahami Bahaya Rokok Ilegal
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah Nikotin Bisa Turunkan Gairah Seks? Cek Faktanya

Senin, 06 Juli 2026 - 11:15:00 WIB
Benarkah Nikotin Bisa Turunkan Gairah Seks? Cek Faktanya
Nikotin dapat memengaruhi gairah seksual secara tidak langsung karena berdampak pada aliran darah. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idNikotin dikenal sebagai zat adiktif utama dalam rokok dan rokok elektronik (vape). Namun, dampaknya ternyata tidak hanya berkaitan dengan kecanduan dan kesehatan paru-paru, tapi juga dapat memengaruhi fungsi seksual seseorang.

Dikutip dari Healthline, nikotin dapat memengaruhi gairah seksual secara tidak langsung karena berdampak pada aliran darah, keseimbangan hormon, serta fungsi saraf. Meski demikian, efeknya bisa berbeda pada setiap orang.

Salah satu dampak utama nikotin adalah menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kondisi tersebut membuat aliran darah ke organ reproduksi menjadi kurang optimal. Pada pria, ini dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi, sedangkan pada perempuan dapat mengurangi sensitivitas organ intim dan menurunkan lubrikasi alami saat berhubungan seksual.

Selain itu, nikotin juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang berperan dalam fungsi seksual. Sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan merokok berkaitan dengan perubahan kadar hormon reproduksi yang dapat memengaruhi libido.

Di sisi lain, sebagian orang merasa merokok dapat membantu mengurangi stres sehingga muncul anggapan bahwa nikotin mampu meningkatkan gairah seksual. Namun, efek tersebut hanya bersifat sementara karena berkaitan dengan meredanya gejala putus nikotin, bukan peningkatan libido yang sebenarnya.

Dalam jangka panjang, kebiasaan merokok justru berisiko meningkatkan gangguan fungsi seksual pada pria maupun perempuan. Kondisi ini terutama disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan menurunnya kemampuan tubuh mengalirkan darah ke organ reproduksi.

Sebaliknya, berhenti merokok dapat membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah secara bertahap. Banyak orang mengalami peningkatan sirkulasi darah dan kondisi kesehatan secara keseluruhan setelah berhenti merokok, yang pada akhirnya juga dapat memberikan dampak positif terhadap fungsi seksual.

Meski begitu, proses pemulihan setiap orang berbeda-beda, bergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta lamanya kebiasaan merokok. Jika penurunan gairah atau gangguan fungsi seksual berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan karena penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan nikotin, tetapi juga dapat dipengaruhi penyakit tertentu, penggunaan obat-obatan, maupun kondisi psikologis.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut