Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diabetes Tipe 5 Bisa Serang Anak Muda, Kenali Gejalanya Sejak Dini
Advertisement . Scroll to see content

Apakah Roti Aman bagi Penderita Diabetes? Jangan Salah Pilih Perhatikan Bahannya

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:13:00 WIB
Apakah Roti Aman bagi Penderita Diabetes? Jangan Salah Pilih Perhatikan Bahannya
Pertanyaan ini kerap muncul karena roti sering dianggap sebagai pemicu lonjakan gula darah yang berbahaya. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Apakah roti aman bagi penderita diabetes? Pertanyaan ini kerap muncul karena roti sering dianggap sebagai pemicu lonjakan gula darah yang berbahaya.

Roti memang dikenal sebagai sumber karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Saat dikonsumsi, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa dan masuk ke aliran darah.

Pada penderita diabetes, kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah tidak bekerja secara optimal. Kondisi ini membuat lonjakan gula darah bisa terjadi lebih cepat dibanding orang tanpa diabetes.

Meski begitu, bukan berarti penderita diabetes harus menghapus roti sepenuhnya dari menu harian. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis roti, kandungan serat, serta cara mengombinasikannya dengan makanan lain.

Pilih Jenis Roti yang Tepat untuk Penderita Diabetes

Tidak semua roti memberikan efek yang sama terhadap gula darah. Roti putih berbahan tepung olahan cenderung lebih cepat dicerna sehingga memicu kenaikan gula darah dalam waktu singkat.

Sebaliknya, roti dengan kandungan serat tinggi dicerna lebih lambat. Proses ini membantu memberikan respons gula darah yang lebih stabil dan tidak melonjak drastis.

Dikutip dari Eatingwell, ada beberapa jenis roti yang lebih disarankan untuk penderita diabetes. Pertama adalah roti gandum utuh dengan label “100% whole wheat” atau “100% whole grain” karena mengandung lebih banyak serat dan nutrisi dibanding roti putih.

Selain itu, roti tinggi serat juga menjadi pilihan yang lebih baik. Semakin tinggi kandungan serat per sajian, semakin baik dampaknya terhadap kontrol gula darah dan rasa kenyang bisa bertahan lebih lama.

Roti berbahan biji-bijian utuh juga direkomendasikan karena umumnya memiliki tekstur lebih padat serta kandungan nutrisi yang lebih lengkap dibanding roti olahan biasa.

Perhatikan Porsi dan Kombinasi Makanan

Selain jenis roti, porsi konsumsi juga sangat menentukan. Mengonsumsi roti dalam jumlah berlebihan tetap dapat memicu lonjakan gula darah meskipun jenisnya lebih sehat.

Para ahli menyarankan untuk mengombinasikan roti dengan sumber protein seperti telur, ayam, atau tahu. Tambahan lemak sehat seperti alpukat atau selai kacang tanpa gula juga dapat membantu menjaga gula darah lebih stabil.

Mengombinasikan roti dengan sayuran tinggi serat juga menjadi langkah cerdas. Perpaduan ini membantu memperlambat pencernaan karbohidrat sehingga lonjakan gula darah dapat ditekan.

Pada akhirnya, penderita diabetes tidak perlu takut mengonsumsi roti. Yang terpenting adalah memahami bagaimana tubuh merespons karbohidrat dan membuat pilihan yang lebih bijak dalam memilih jenis, porsi, serta kombinasi makanan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut