Apakah Flu Perut Menular seperti Covid-19? Cek Faktanya di Sini
JAKARTA, iNews.id - Wabah flu perut di kapal pesiar Ambition yang membuat ratusan penumpang dan awak sempat tertahan di Bordeaux, Prancis, memicu pertanyaan besar di masyarakat, apakah flu perut bisa menular seperti Covid-19? Cek faktanya di sini.
Flu Perut sangat menular dari manusia ke manusia, tapi cara penularannya berbeda dengan Covid-19. Seperti apa?
Flu perut atau yang sering disebut stomach flu bukanlah influenza biasa, melainkan infeksi pada saluran pencernaan yang secara medis dikenal sebagai viral gastroenteritis. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh norovirus, salah satu virus yang dikenal sangat mudah menyebar, terutama di ruang tertutup seperti kapal pesiar, hotel, rumah sakit, hingga asrama.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), viral gastroenteritis adalah infeksi pada usus yang biasanya menyebabkan diare cair, nyeri atau kram perut, mual, muntah, dan kadang disertai demam. Penyakit ini sering disebut 'flu perut', tetapi sebenarnya tidak berhubungan dengan virus influenza.
Jika Covid-19 menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru, maka flu perut menyerang sistem pencernaan.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa influenza menyerang saluran pernapasan, sedangkan gastroenteritis menyerang lambung dan usus, sehingga gejala utamanya lebih banyak berupa muntah dan diare, bukan batuk atau sesak napas.
Meski berbeda organ target, tingkat penularannya sama-sama tinggi.
Ya, bahkan norovirus disebut sebagai salah satu virus paling menular di dunia.
Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), norovirus sangat mudah menyebar dan hanya membutuhkan sedikit partikel virus untuk membuat seseorang sakit. Virus ini menular melalui partikel kecil muntahan atau feses penderita yang masuk ke mulut orang lain—baik secara langsung maupun melalui makanan, minuman, atau permukaan benda yang terkontaminasi.
Berbeda dengan Covid-19 yang dominan menyebar lewat droplet pernapasan, flu perut lebih sering menyebar melalui jalur fekal-oral.
Artinya, penularan bisa terjadi melalui:
* makanan atau minuman yang terkontaminasi
* tangan yang tidak bersih setelah dari toilet
* menyentuh permukaan yang terkena virus
* kontak langsung dengan penderita
* partikel muntahan yang menyebar saat seseorang muntah
Karena itulah, wabah flu perut sering meledak cepat di kapal pesiar.
Gejala biasanya muncul dalam 12 hingga 48 jam setelah terpapar norovirus, atau sekitar 1–3 hari pada viral gastroenteritis secara umum.
Gejala paling umum meliputi:
* diare cair
* mual
* muntah
* kram atau nyeri perut
* demam ringan
* nyeri otot
* tubuh terasa lemas
NIDDK menegaskan bahwa komplikasi paling berbahaya dari flu perut adalah dehidrasi, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Bisa. Pencegahan utama adalah menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan.
CDC menyarankan:
* mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
* menghindari menyiapkan makanan saat sedang sakit
* membersihkan permukaan yang terkontaminasi
* mencuci buah dan sayur dengan baik
* menghindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi
Hand sanitizer saja sering kali tidak cukup efektif untuk norovirus, sehingga cuci tangan dengan sabun tetap menjadi langkah terbaik.
Jadi, meski flu perut tidak menular lewat batuk seperti Covid-19, tingkat penularannya tetap sangat tinggi dan bahkan bisa menyebar lebih cepat di lingkungan tertutup. Karena itu, gejala muntah dan diare mendadak jangan dianggap sepele.
Editor: Muhammad Sukardi