Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Malaysia Diserang Penyakit Monkey Malaria, 1 Orang Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu Penyakit Monkey Malaria yang Menyerang Malaysia dan Sebabkan Kematian?

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:09:00 WIB
Apa Itu Penyakit Monkey Malaria yang Menyerang Malaysia dan Sebabkan Kematian?
Penyakit Monkey Malaria merebak di Malaysia. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kasus monkey malaria atau malaria monyet tengah menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara setelah otoritas kesehatan Malaysia melaporkan lonjakan kasus di negara bagian Sabah. Seperti apa informasi kasus ini selengkapnya?

Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, mengungkapkan hingga pekan epidemiologi ke-16 terdapat 357 kasus malaria monyet dengan satu kematian yang telah dilaporkan di Sabah. Wilayah Tawau, Ranau, dan Kudat disebut menjadi daerah dengan kontribusi kasus tertinggi. 

Pemerintah Malaysia juga mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas manusia di habitat satwa liar membuat risiko penularan penyakit zoonosis semakin besar.

Monkey malaria sendiri bukan penyakit baru. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kasusnya semakin sering ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Indonesia.

Lantas, apa sebenarnya penyakit Monkey Malaria? Simak berita selengkapnya di artikel ini. 

Apa Itu Monkey Malaria?

Monkey Malaria adalah malaria zoonosis, yakni penyakit malaria yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi yang secara alami menginfeksi monyet.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), penularan terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles yang sebelumnya menggigit monyet terinfeksi lalu menggigit manusia.

Kasus paling banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara yang masih memiliki kawasan hutan tropis dan populasi monyet cukup besar.

Gejala Monkey Malaria

Gejala Monkey Malaria kerap menyerupai malaria biasa maupun flu, sehingga sering tidak disadari pada tahap awal. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

- Demam tinggi
- Menggigil
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Tubuh lemas
- Mual dan muntah
- Berkeringat
- Diare pada sebagian pasien

CDC menjelaskan infeksi Plasmodium knowlesi dapat berkembang cepat menjadi kondisi berat apabila tidak segera ditangani.

Bisa Sebabkan Kematian

Meski awalnya tampak seperti demam biasa, monkey malaria dapat memicu komplikasi serius. Ya, infeksi berat dapat menyebabkan gangguan pernapasan, gagal ginjal, anemia berat, hingga penurunan kesadaran. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini juga bisa berujung kematian.

Kasus kematian yang dilaporkan di Sabah menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis ini tidak boleh dianggap sepele.

Mengapa Kasus Monkey Malaria Meningkat?

Pakar kesehatan menilai meningkatnya aktivitas manusia di kawasan hutan menjadi salah satu faktor utama.

Pembukaan lahan, deforestasi, serta aktivitas perkebunan dan pembangunan membuat manusia semakin sering bersentuhan dengan habitat monyet dan nyamuk pembawa parasit.

Pemerintah Malaysia bahkan menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan pembukaan lahan yang terkendali guna mengurangi interaksi manusia dengan satwa liar.

Cara Mencegah Monkey Malaria

Hingga kini, pencegahan utama monkey malaria masih berfokus pada perlindungan dari gigitan nyamuk.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

- Menggunakan lotion antinyamuk
- Memakai pakaian tertutup saat berada di area hutan
- Tidur menggunakan kelambu
- Menghindari aktivitas di habitat monyet tanpa perlindungan
- Menjaga kebersihan lingkungan

CDC menegaskan deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi berat akibat malaria monyet.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut