Anak Muda Mulai Sadar Kesehatan, MRI Dipakai untuk Deteksi Penyakit Sejak Dini
JAKARTA, iNews.id - Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang selama ini identik dengan pasien sakit, kini mulai dilirik generasi muda sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan langkah deteksi dini penyakit. Teknologi ini bahkan semakin sering dimanfaatkan dalam program medical check-up meski seseorang belum mengalami keluhan apa pun.
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad, mengatakan tren tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
"Sebetulnya MRI ini bisa dipakai juga untuk pemeriksaan dalam medical check-up, meskipun pada pasien-pasien yang sehat, tanpa gejala," ujar dr Steven saat ditemui di Bethsaida Hospital Gading Serpong, belum lama ini.
Menurutnya, pemeriksaan MRI kini tak lagi hanya digunakan untuk memastikan diagnosis penyakit tertentu. Banyak masyarakat, khususnya usia produktif dan generasi muda, mulai memanfaatkan untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh sebelum muncul gejala serius.
Kesadaran preventif ini dinilai penting di tengah meningkatnya berbagai penyakit degeneratif dan gangguan kesehatan yang sering kali baru diketahui saat kondisinya sudah cukup berat. Dengan MRI, berbagai kelainan dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Dokter Steven menjelaskan, salah satu alasan MRI semakin diminati karena metode ini tidak menggunakan paparan radiasi seperti CT Scan. Hal tersebut membuat MRI dinilai lebih aman untuk pemeriksaan berkala dalam jangka panjang.
"MRI jadi pilihan yang lebih utama karena MRI tidak ada paparan radiasi terhadap pasien," katanya.
Sebaliknya, CT Scan menggunakan radiasi dalam proses pemeriksaannya. Meski tetap aman sesuai indikasi medis, penggunaan CT Scan yang terlalu sering dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko efek samping akibat paparan radiasi.
Teknologi MRI mampu membantu dokter mendeteksi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kelainan otak, saraf, tulang belakang, sendi, hingga organ tubuh lainnya. Bahkan sejumlah kondisi dapat diketahui sebelum pasien merasakan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain itu, perkembangan teknologi MRI terbaru juga membuat hasil pemeriksaan menjadi lebih cepat dan akurat. Kini ada MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA Hero berbasis Artificial Intelligence (AI) dari GE HealthCare untuk mendukung diagnosis medis yang lebih presisi.
Teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan kualitas pencitraan lebih detail dengan waktu pemeriksaan yang lebih singkat sehingga meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pemeriksaan berlangsung.
Meski demikian, dr Steven mengingatkan pemeriksaan MRI tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan dilakukan berdasarkan konsultasi medis dengan dokter.
"Jadi MRI bisa jadi pilihan untuk tindakan preventif," pungkasnya.
Editor: Muhammad Sukardi