Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kondisi Terkini Baskara Putra usai Kritis akibat Vertigo, Perlahan Membaik
Advertisement . Scroll to see content

Alami Serangan Vertigo, Kenapa Disarankan MRI? Ini Kata Dokter

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:51:00 WIB
Alami Serangan Vertigo, Kenapa Disarankan MRI? Ini Kata Dokter
Orang yang mengalami serangan vertigo disarankan MRI. (Foto: Mei Sada Sirait)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Vertigo sering kali dianggap sebagai gangguan biasa akibat kelelahan atau masalah pada telinga. Padahal, kondisi kepala terasa berputar hebat ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada otak, termasuk stroke.

Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Thio Ananda Steven, Sp.Rad, menjelaskan bahwa vertigo merupakan bagian dari gangguan neurologi atau saraf. Penyebabnya pun dapat berasal dari gangguan perifer maupun sentral.

"Vertigo itu merupakan bagian neurologi atau saraf. Penyebabnya bisa karena perifer, bisa juga karena masalah sentral seperti stroke," ujar dr Steven saat ditemui di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Tangerang, Kamis (21/5/2026).

Diskusi kesehatan di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Tangerang. (Foto: Muhammad Sukardi)
Diskusi kesehatan di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Tangerang. (Foto: Muhammad Sukardi)

Dia menjelaskan, selama ini banyak masyarakat mengira stroke hanya ditandai dengan kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Padahal, dalam beberapa kasus, stroke juga bisa muncul dengan gejala vertigo.

"Stroke itu bukan cuma lemah satu sisi. Bisa juga gejalanya memang vertigo," katanya.

Karena itulah, pemeriksaan MRI sering disarankan pada pasien dengan keluhan vertigo tertentu. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah vertigo yang dialami berkaitan dengan gangguan pada otak atau tidak.

"Vertigo bisa dilakukan MRI karena kami (dokter) mau menyingkirkan kemungkinan yang sentral, yaitu stroke," ujar dr Steven.

Dan dr Steven menyarankan agar melakukan pemeriksaan MRI dengan device MRI 3.0 Tesla (3T) SIGN Hero berbasis Artificial Intelligence (AI) dari GE HealthCare untuk mendukung diagnosis yang lebih cepat dan akurat.

Teknologi MRI terbaru ini memiliki desain bore atau lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas, sehingga memberikan pengalaman pemeriksaan lebih nyaman dan meminimalkan rasa cemas atau klaustrofobia pada pasien.

Selain itu, alat ini diperkuat teknologi AI melalui AIR Recon DL dan Sonic DL yang mampu menghasilkan kualitas pencitraan lebih tajam, meningkatkan akurasi diagnostik, sekaligus mempercepat proses pemeriksaan, termasuk pada organ dengan pergerakan tinggi seperti jantung.

"Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien," jelas dr Steven.

Dia menambahkan, teknologi tersebut membantu dokter melakukan evaluasi lebih presisi sekaligus mendukung dokter klinisi menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien.

Menurut dr Steven, MRI 3 Tesla dapat digunakan untuk membantu evaluasi berbagai kondisi medis. Pada bidang saraf atau neurologi, teknologi ini dapat membantu menilai kondisi seperti stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, hingga kelainan tulang belakang.

Sementara pada bidang jantung dan pembuluh darah, MRI 3 Tesla dapat membantu mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu.

Di bidang ortopedi, teknologi ini juga bermanfaat untuk melihat kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, nyeri bahu, nyeri lutut, hingga nyeri punggung.

Meski demikian, dr Steven menegaskan bahwa MRI tidak selalu menjadi pilihan utama pada semua pasien. Dia mencontohkan, pasien dengan penurunan kesadaran umumnya sulit menjalani MRI karena harus tetap diam selama proses pemeriksaan berlangsung.

Karena itu, pasien yang mengalami vertigo berulang, mendadak, atau disertai gejala lain seperti bicara pelo, gangguan penglihatan, hingga kelemahan tubuh disarankan segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebab serius dapat dideteksi lebih dini.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut