12 Brand Lokal Unjuk Gigi di Fashion Show Cotton Day 2022, Ada Tren Busana Katun untuk Musim Hujan
JAKARTA, iNews.id – Tren busana berbahan katun untuk musim penghujan hadir di Cotton Day 2022. Sebanyak 12 brand lokal unjuk gigi model fashion terkini untuk menghadapi musim dingin atau musim hujan di Indonesia.
Bukan hanya sekadar detail busana bertumpuk, tren fashion musim dingin juga menonjolkan bahan yang tepat dan nyaman dipakai. Salah satunya bahan dengan dasar kapas atau katun.
Lazimnya bahan katun kerap dipakai saat musim panas melanda. Alasannya bahan katun lebih mudah menyerap keringat sehingga tidak menimbulkan bau atau bakteri dalam pakaian. Tak berbeda jauh saat musim panas, di musim hujan pun bahan katun bisa menjadi penghangat tubuh karena berbahan dasar kapas.
Khusus untuk mode busana, para brand lokal lebih menonjolkan gaya simple dengan memadukan outter dan celana bahan. Tak ketinggalan outter khusus hijabers dengan bahan dasar katun juga menjadi perhatian para desainer lokal.
Mengenal Katun Organik, Bahan Pakaian yang Sangat Nyaman Dikenakan
Tak hanya fashion show, Cotton Day 2022 juga memberikan seminar khusus terkait semua pelaku industri fashion untuk membangun jaringan sekaligus mendorong transformasi industri tekstil di Indonesia. 
Dr. Anh Dung (Andy) Do, perwakilan CCI di Indonesia mengatakan akan terus berkomitmen memberikan dukungan bagi pelaku bisnis di industri tekstil dengan menghadirkan produk tekstil yang mengutamakan kualitas, keberlanjutan dan transparansi.
“Fashion show dan seminar ini merupakan bagian dari komitmen CCI untuk berkolaborasi dengan para pelaku industri dan pakar fashion, sekaligus memajukan industri tekstil Tanah Air melalui penggunaan kapas AS,” kata Anh.
Sementara 12 brand lokal yang berpartisipasi dalam Cotton Day 2022 antara lain PT Bateeq Retailindo Utama, PT Dan Liris, PT Sri Rejeki Isman Tbk, PT Primayudha Mandirijaya, PT Sinar Pantja Djaja, PT Sari Warna Asli Textile Industry, PT Bitratex Industries, PT Lucky Print dan PT Benang Citra Indonesia, PT Apac Inti Corpora, PT Argo Manunggal Triasta & PT Grand Textile Industry, PT Bandung Djaja Textile serta PT Hakatex.
Editor: Elvira Anna