Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jutaan Pasangan Indonesia Sulit Punya Anak, Kemenkes Dorong Fertilitas dan Bayi Tabung 
Advertisement . Scroll to see content

1 dari 6 Orang Dewasa Kesulitan Dapat Keturunan, Masyarakat Diimbau Peduli Kesehatan Reproduksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:27:00 WIB
1 dari 6 Orang Dewasa Kesulitan Dapat Keturunan, Masyarakat Diimbau Peduli Kesehatan Reproduksi
WHO mencatat sekitar 17,5 persen populasi dewasa dunia atau satu dari enam orang mengalami infertilitas pada 2025. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Masalah infertilitas atau gangguan kesuburan kini menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa kasus infertilitas tidak bisa lagi dianggap sepele karena jumlah penderitanya terus meningkat.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025, sekitar 17,5 persen populasi dewasa dunia atau satu dari enam orang mengalami infertilitas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesuburan merupakan masalah kesehatan global yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar.

Di Indonesia, Dante menyebut sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia subur mengalami infertilitas. Jika dikonversi ke jumlah pasangan, terdapat sekitar empat hingga enam juta pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan.

Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi menjadi langkah penting untuk mencegah bertambahnya kasus infertilitas. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini dinilai dapat membantu pasangan mengetahui kondisi reproduksinya lebih cepat.

“Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," kata Dante dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut