Reza Arap Nekat Jadi Sutradara Tanpa Pengalaman, Langsung Garap Film Horor!
JAKARTA, iNews.id – Figur publik Reza Arap membuat kejutan di dunia perfilman Tanah Air. Streamer dan rapper tersebut resmi menjalani debut sebagai sutradara lewat film Harusnya Horror, meski mengaku sama sekali tidak memiliki pengalaman maupun latar belakang di bidang penyutradaraan.
Pengakuan itu disampaikan Reza Arap secara blak-blakan saat konferensi pers film Harusnya Horror, Senin (20/7/2026). Dia mengaku sempat tak percaya ketika menerima tawaran untuk memimpin proyek film layar lebar tersebut.
“Just blatantly honest, aku nggak punya basic. Nggak punya basic sebagai sutradara,” ujar Reza Arap.
Kepercayaan besar yang diberikan rumah produksi justru membuat Arap terkejut. Pasalnya, di tengah minimnya pengalaman, dia tetap dipilih untuk mengarahkan seluruh jalannya produksi film.
Tak hanya itu, Arap bahkan diberikan kebebasan penuh untuk mengeksekusi visinya. Mulai dari menentukan pengambilan gambar, membangun alur cerita, hingga mengarahkan para pemain sesuai gaya yang diinginkannya.
“Saya diberikan kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk men-direct dan juga treatment dari filmnya. Even itu dari shot, dari cerita, dari cara men-direct-nya juga,” ungkapnya.
Bagi Arap, kesempatan tersebut menjadi tantangan baru sekaligus pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya. Dia mengaku berusaha memanfaatkan kepercayaan itu semaksimal mungkin demi menghasilkan film yang mampu memberi pengalaman berbeda bagi penonton.
Dalam kesempatan yang sama, Arap juga mengungkap salah satu momen paling berkesan selama proses produksi. Menurutnya, penampilan Tepe, personel Triple A yang ikut membintangi Harusnya Horror, menjadi salah satu kejutan terbesar di lokasi syuting.
Dia menyebut Tepe tampil total dalam memerankan karakternya hingga berhasil mencuri perhatian seluruh tim produksi.
“Tepe itu scene-nya berat banget. Aktingnya sangat-sangat bagus. Dia benar-benar all out buat Harusnya Horror,” kata Arap.
Bahkan, Arap membocorkan fakta menarik yang cukup mengejutkan. Adegan yang melibatkan Tepe ternyata menjadi salah satu proses syuting dengan biaya paling besar sepanjang produksi film tersebut.
“Fun fact, shot atau scene Tepe itu adalah scene termahal,” pungkasnya.
Editor: Muhammad Sukardi