Pemeran Bosku Cintaku Beri Bocoran Drama Terbaru Vision+ dalam Format Microdrama
JAKARTA, iNews.id - Industri hiburan Indonesia terus berkembang mengikuti tren konsumsi konten masyarakat. Kini, tidak hanya film layar lebar dan serial televisi, namun drama singkat dengan format video vertikal juga semakin diminati.
Ini membuat Vision+ tergerak untuk menghadirkan drama terbaru berjudul 'Bosku Cintaku'. Karya ini menghadirkan cerita tentang kehidupan perkantoran yang penuh intrik yang dibalut dengan kisah cinta.
Aktor Gavin Enricko, yang berperan sebagai Harley, mengungkapkan karakter yang dimainkannya yaitu sosok penuh ambisi. Tapi, ia juga merupakan sosok pemimpin yang dihormati dan disukai oleh karyawannya.
"Aku berperan sebagai Harley. Harley ini orangnya di depan karyawannya baik. Tapi dia punya ambisi yang sangat besar untuk merebut posisi CEO. Jadi dia manipulatif lah. Untuk mengumpulkan pasukan, dia harus pura-pura baik dulu ke karyawan-karyawan yang baik," kata Gavin.
Streaming Microdrama Asmara Sang Raja, Drama Keluarga Penuh Pengkhianatan dan Kebangkitan di VISION+
Menurut Gavin, drama ini tidak hanya menampilkan kehidupan kantor biasa, namun juga menggambarkan bagaimana perebutan kekuasaan bisa terjadi dalam sebuah organisasi.
"Secara keseluruhan, ini menceritakan tentang kehidupan perkantoran. Dan ada sikut-sikutan lah antara pemimpin-pemimpin organisasi ini. Jadi si Harley ini dia iri sama si pemerintah Daniel. Makanya dia pengen merebut lagi posisi CEO ini. Tapi dibalik itu adalah kisah-kisah cinta-cintanya, lucu-lucunya," ujarnya.
Streaming Microdrama Akhir Sebuah Penantian, Kisah Romansa Penuh Intrik dan Balas Dendam di VISION+
Lebih lanjut, Gavin juga menyoroti format microdrama yang digunakan dalam Bosku Cintaku. Menurutnya, konsep ini membawa inovasi baru bagi penonton Indonesia. Sebab, masyarakat Indonesia sudah tersihir oleh microdrama asal China.
Pertengkaran Berujung Cinta, Nonton Microdrama Musuh Tapi Mesra Eksklusif di VISION+
"Itu kayak inovasi yang baru ya. Dari China lah ya, ini beracun. Jadi untuk sekarang orang-orang itu nggak perlu download-download aplikasi-aplikasi yang gimana-gimana dulu," ucapnya.
Bagi Gavin, kemudahan mengakses tontonan lewat media sosial membuat drama ini bisa menjangkau lebih banyak orang.
"Udah bisa nonton film yang bagus gitu kan. Kita buka social media aja, langsung bisa muncul drama-drama singkat ini. Terus nggak perlu ke bioskop lagi, udah bisa nonton dari HP aja," tambahnya.
Selain itu, format vertikal dianggap lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat saat ini. Mengingat saat ini ponsel pintar tak pernah lepas dari genggaman masyarakat Indonesia di kehidupan sehari-hari.
"Karena ini sistemnya kan vertical, jadi lebih nyaman. Orang kan sekarang nge-scroll-nge-scroll itu kayak dulu cuma main social media, sekarang udah bisa sambil nonton film. Jadi ini inovasi yang oke banget, harus kita perbaiki terus biar jadi sebuah inovasi yang lebih bagus," jelas Gavin.
Aktris Balqiz Carolien, yang memerankan karakter Riska, juga memiliki pandangan serupa. Memerankan karakter yang merupakan sosok pekerja keras yang punya beban tanggung jawab besar, memberikan tantangan tersendiri.
Riska ini tulang punggung keluarga, anaknya baik, rajin juga, tanggung jawab. Bosku Cintaku ini bercerita tentang perusahaan gitu, jadi si Riska ini tuh anak dari Bandung, dia tulang punggung keluarganya. Dia bekerja di Jakarta, terus dia itu kayak ketemu dengan pemiliknya yang memang dia sudah ngefans banget," ungkapnya.
Menurut Carolien, drama ini juga menghadirkan bumbu romansa yang segar. Sebab, sosok Riska merupakan seorang penggemar dari Harley, pemimpin perusahaan tempatnya bekerja yang juga seorang influencer.
Mengenai tren microdrama, Carolien melihatnya sebagai terobosan positif. Terlebih Vision+ merupakan platform yang cukup besar di Indonesia.
"Menurut aku (microdrama) menarik sih ya, karena lebih gampang diakses. Jadi kayak kemana aja tuh bisa nonton, lagi nggak ada kerjaan kita bisa nonton. Kalau dulu kan kita harus nonton TV, agak repot kan, kalau sekarang jadi lebih memudahkan kita," tuturnya.
Ia berharap drama ini bisa diterima luas oleh penonton Indonesia. Sebab, ini juga sesuai dengan cerita kehidupan perkantoran yang ada di Indonesia.
"Tentunya (harapannya) banyak yang nonton, banyak yang suka juga. Jadi jangan lupa Bosku Cintaku di Vision+," tukas Carolien.
Editor: Muhammad Sukardi