Ini Tips Menyentuh Hati Orang Lain Lewat Storytelling ala Kis Uriel
JAKARTA, iNews.id - Anda tentu sudah cukup familiar dengan kata storytelling. Tapi ketika mendengar kata itu, mungkin yang ada di benak Anda adalah film atau mendongeng.
Padahal, sebenarnya storytelling itu tak terbatas hanya drama atau kisah dalam film. Di kehidupan sehari-hari, kita juga membutuhkan storytelling, baik itu untuk urusan pergaulan, pekerjaan, hingga percintaan.
Nah, untuk membahas hal ini, Kis Uriel jagoannya. Konten kreator yang awalnya berkecimpung sebagai dating coach ini kerap membagikan tips bagi para pria untuk memulai percakapan, mendekati lawan jenis, hingga meng-upgrade diri.
Setelah bertahun-tahun berbagi ilmu dan meningkatkan kepercayaan diri banyak orang, Kis mulai memfokuskan dirinya sebagai storytelling coach. Menurut dia, storytelling adalah skill atau kemampuan dasar manusia yang sangat berguna untuk berbagai aspek kehidupan.
Deretan Artis Ini Masih Berhubungan Baik dengan Mantannya, Nomor 6 Ngaku Sulit Dapat Pacar Baru
Lewat storytelling, kita bisa membuat orang terkesan, membangun bonding dengan orang itu hingga menjalin sebuah hubungan dengan lebih cepat. Dalam bincang santai di program Kreatalk Buddyku, Kis bercerita bahwa storytelling adalah ilmu manusia yang sudah ditemukan sejak manusia menemukan bahasa sekitar 150.000 tahun yang lalu.
Misalnya, mulai dari bahasa purba yang sederhana sampai ke lukisan di batu dan dinding, manusia sudah bisa berkomunikasi dan bertutur dengan sesamanya di masa itu. Intinya, storytelling adalah cara kita bercerita hingga membuat suatu budaya. Sebab tanpa budaya yang diceritakan, budaya tersebut akan hilang.
7 Istri Presenter Indonesia dari Kalangan Non Artis, Nomor 6 Sempat Minta Identitasnya Tak Terlalu Dipublikasikan
Lantas apa sih yang dibutuhkan untuk menciptakan storytelling yang baik? Menurut Kis ada dua teknik utama yang dibutuhkan yaitu ekspresi wajah dan intonasi suara. Menurut Kis, ekspresi wajah dibutuhkan untuk visualisasi sebuah cerita agar menjadi lebih menarik. Sebagai contoh, ketika kita menonton sebuah film, ekspresi dari aktor atau aktris akan membuat alur cerita lebih menarik untuk disaksikan.
Sebaliknya, jika aktor yang berperan tidak mampu memainkan ekspresi wajah, cerita akan terasa hambar.
Begitu pula dengan intonasi suara. Dengan adanya permainan besar kecil suara, penekanan pada kata atau kalimat tertentu, akan membuat penonton atau audiens mau mendengarkan cerita hingga akhir dan lebih terlibat dalam ceritanya.
7 Artis Jadi Duda di Usia 20-an, Nomor 6 Sempat Jadi Korban KDRT Sang Istri
Layaknya seorang presenter atau host, cara bertutur dengan nada yang datar akan membuat audiens bosan. Sementara ketika presenter berbicara dengan nada yang menarik akan membuat audiens bersedia mendengarkan informasi hingga akhir.
“Ekspresi itu buat memvisualisasi ceritanya, intonasi itu untuk membuat pendengar kalian engage.” tutur Kis.
Selain dua poin penting tadi, kadang kita menemukan hambatan dalam bercerita seperti pikiran yang tiba-tiba kosong alias ngeblank hingga kehabisan topik. Untuk mengatasi hal ini, Kis membagikan tips yaitu dengan tidak berekspektasi terlalu tinggi sehingga membuat seseorang menjadi tertekan dengan banyak agenda pribadi.
Selain itu, hambatan lainnya kerap datang ketika kita terlalu fokus pada topik yang ingin dibicarakan. Padahal yang perlu difokuskan adalah cara kita menyampaikan sebuah cerita dan biarkan topik dan arah pembicaraan mengalir dengan sendirinya.
Jika boleh dirangkum dengan cara yang sederhana, Kis mendefinisikan storytelling sebagai cara untuk menghibur seseorang. Bagaimana kita mengemas informasi menjadi menarik untuk disampaikan dan akhirnya bisa menyentuh emosi seseorang.
"Karena storytelling itu gimana pun juga kata kuncinya adalah menghibur. Kalau nggak menghibur berarti itu bukan storytelling. Itu berarti materi pengajaran, itu berarti data mentahlah. Kalau yang namanya storytelling itu harus menghibur," tambah Kis.
Ingin dapat ilmu lebih banyak lagi soal storytelling dan menjadi konten kreator yang sukses? Langsung aja saksikan podcast Kreatalk Superbuddies di Youtube Buddyku atau follow akun media sosial @kisuriel ya buddies!
Editor: Siska Permata Sari