Agil Sulthon Lolos ke Grand Final Cahaya Muda Indonesia, Dakwahnya Gen Z Banget!
JAKARTA, iNews.id - Peserta Cahaya Muda Indonesia asal Sarolangun, Agil Sulthon, mengaku tak menyangka bisa melangkah hingga ke grand final Cahaya Muda Indonesia. Menjelang hari spesial itu, ia memilih fokus memperbaiki diri berdasarkan evaluasi para juri.
Ia mengatakan, setiap kritik yang diberikan juri pada babak eliminasi sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting untuk tampil lebih baik di panggung grand final Cahaya Muda Indonesia.
"Alhamdulillah sekarang sudah empat besar. Tentu nggak nyangka dan deg-degan juga," ujar Sulthon.
"Saya mengamati masukan-masukan atau kritikan dari juri di eliminasi sebelumnya dan saya jadikan itu perbaikan untuk ke depannya," tambahnya.
Babak 4 Besar Cahaya Muda Indonesia Makin Sengit, Dai Muda Siap Rebut Tiket Grand Final!
Selama mengikuti kompetisi, Sulthon mengaku mengalami tantantan terbesar dari dua sisi yaitu peserta lain, dan dirinya sendiri. Menurut Sulthon, tiga peserta lainnya bagus dan sangat berkembang.
Namun dari sisinya pribadi, ia merasa masih belum improve lebih baik, sehingga ia mengusahakan hal tersebut dalam penampilannya di Grand Final Cahaya Muda Indonesia pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Duo Z Lolos ke 4 Besar Cahaya Muda Indonesia, Video Call Keluarga Jadi Hadiah Mengharukan
"Tantangan terbesar tentu pertama dari tiga orang yang lain, mereka bagus dan sangat berkembang. Dan tantangan kedua ya dari diri saya sendiri yang masih belum improve lebih baik. Tapi saya usahakan itu membaik di malam ini," jelasnya.
Menghadapi perkembangan zaman dan dakwah bagi anak muda, Sulthon sendiri menilai bahwa ajaran Islam pada dasarnya selalu lintas zaman. Namun ia menegaskan kunci dakwah pada anak muda terletak pada cara penyampaian.
"Semua materi Islam itu akan selalu relevan dari zaman ke zaman. Tinggal bagaimana mengemasnya dan memberi analogi yang relate dengan zamannya," ujarnya.
Sulthon pun punya trik sendiri yaitu dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini agar pesannya dapat lebih mudah diterima. Ketika ditanya soal target juara, Sulthon menegaskan keikutsertaannya di Cahaya Muda Indonesia bukan semata soal gelar atau hadiah.
Baginya, proses belajar dan evaluasi adalah hal utama dalam kompetisi ini. Ia mengaku mengikuti lomba ini untuk memperbaiki proses dakwahnya.
"Saya ikut lomba ini untuk memperbaiki proses dakwah saya. Dari setiap eliminasi selalu ada masukan dan kritikan yang akhirnya saya sadar kekurangan saya di mana," ungkapnya.
Saksikan perjuangan inspiratif Agil Sulthon dalam Grand Final Cahaya Muda Indonesia pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 21.00 WIB hanya di iNews.
Editor: Muhammad Sukardi