Kajian Surah Al-Ankabut: Ustaz Abi Amir Faisal Ajak Jamaah Tinggalkan Setan dan Perkuat Zikir
JAKARTA, iNews.id – Dalam program Cahaya Hati Indonesia, Ustaz Abi Amir Faisal membahas Surah Al-Ankabut ayat 14–15 dengan menekankan pentingnya ketenangan hidup yang hanya bisa diperoleh melalui kedekatan kepada Allah, bukan pada kesenangan dunia yang menjerumuskan.
Di awal kajian, jamaah diajak merenungi perbedaan antara ketenangan yang diberikan Allah dan tipu daya setan. “Belum pernah ada setan mulia. Semua setan laknat,” tegas Ustaz Faisal. Ia mencontohkan perilaku buruk seperti mabuk dan pergaulan bebas yang hanya menghasilkan stres, berbeda dengan ketenangan hakiki yang didapat melalui zikir, wudu, membaca Al-Qur’an, dan salat.
Ustaz Faisal juga mengingatkan bahwa kemewahan bukanlah sumber kebahagiaan. “Rumah Nabi hanya 4 meter persegi, tapi beliau tetap bahagia. Ketenangan bukan di rumah mewah, melainkan dalam zikir kepada Allah,” ujarnya.
Mengutip kisah Nabi Nuh, Ustaz Faisal menekankan bahwa kesuksesan dakwah bukan diukur dari banyaknya pengikut, tetapi dari keistiqamahan. Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun meski hanya sedikit yang beriman, dan akhirnya Allah menyelamatkannya bersama pengikut setia melalui bahtera. “Kalau ikut Allah, kita aman. Kalau ikut setan, nampaknya aman, tapi sebenarnya dalam ancaman azab,” jelasnya.
Dalam sesi tanya jawab, seorang jamaah bernama Siti Hawa bertanya bagaimana cara meyakini pertolongan Allah ketika diuji. Menjawab hal itu, Ustaz Faisal menyampaikan, “Kalau kita sabar dan rida, itulah tanda Allah sedang menolong. Ketika kita tetap tersenyum, selalu positif, berarti Allah dekat dengan kita. Sebaliknya, jika cemberut dan mengeluh, itu tanda kita menjauh dari-Nya.”
Ia menutup dengan ajakan sederhana namun kuat: menghadapi segala keadaan dengan senyum dan keyakinan bahwa Allah pasti memberi jalan keluar. “Ada uang senyum, tidak ada uang juga senyum. Hidup akan terasa ringan kalau kita selalu dekat dengan Allah,” pungkasnya.
Editor: Komaruddin Bagja