Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Heli Black Hawk AS Tepergok Masuki Wilayah Iran Cari Pilot Jet Tempur F-15 yang Ditembak Jatuh
Advertisement . Scroll to see content

Warga Israel Panik Ada Serangan Rudal Iran, Ketuk Rumah Menteri tapi Pintu Tak Dibuka

Jumat, 03 April 2026 - 22:53:00 WIB
Warga Israel Panik Ada Serangan Rudal Iran, Ketuk Rumah Menteri tapi Pintu Tak Dibuka
Warga Israel panik saat serangan rudal Iran terjadi dan kesulitan mendapat perlindungan hingga ditolak masuk rumah menteri. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id – Warga Israel panik saat serangan rudal Iran kembali mengguncang sejumlah wilayah. Dalam situasi darurat, sebagian warga bahkan mendatangi rumah menteri untuk mencari perlindungan.

Insiden terjadi di kawasan Hotaron ketika sirene peringatan berbunyi terus-menerus. Warga berusaha masuk ke shelter yang berada di rumah Menteri Pendidikan Israel.

Namun, pintu tidak dibuka meski warga sudah mengetuk dan berteriak meminta perlindungan. Mereka akhirnya terpaksa mencari tempat aman lain di tengah ancaman serangan.

Kondisi tersebut memicu kemarahan warga. Mereka merasa tidak mendapat perlindungan memadai saat situasi darurat berlangsung.

Serangan rudal Iran memang terus meningkat dalam konflik terbaru di Timur Tengah. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan bahkan menyasar wilayah sipil dan permukiman.

Selain Iran, kelompok Hizbullah dari Lebanon juga ikut melancarkan serangan ke wilayah Israel. Serangan ini memperparah situasi keamanan di kawasan tersebut.


Permukiman Warga Jadi Sasaran

Serangan rudal dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di Israel utara, termasuk Nahariya. Beberapa bangunan rusak akibat dampak ledakan dan serpihan rudal.

Rekaman video menunjukkan kaca dan balkon bangunan hancur. Puing-puing berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah lain seperti Biina. Sebuah bangunan mengalami kerusakan ringan akibat pecahan rudal yang jatuh di dekat area tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Konflik ini memicu aksi balasan berupa serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah.

Situasi yang terus memanas membuat warga sipil berada dalam tekanan. Sirene yang berbunyi tanpa henti menjadi tanda ancaman yang belum mereda di berbagai kota Israel.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut