Usai Pertemuan Tertutup, Gibran Hadiahi Rismon Sianipar Sebuah Parsel Besar
JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyerahkan sebuah parsel berukuran besar kepada Rismon Hasiholan Sianipar, yang merupakan tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Pemberian tersebut dilakukan usai Gibran menerima kunjungan Rismon di Istana Wakil Presiden pada Jumat (13/3/2026) pagi. Sebelum muncul ke hadapan publik, keduanya diketahui sempat melangsungkan pertemuan secara tertutup.
Usai pertemuan, Gibran dan Rismon keluar ke arah awak media. Sambil tersenyum, keduanya terlihat saling berangkulan dan berbincang kecil.
Momen tersebut dibalut dengan pemberian hadiah parsel besar dari Wapres kepada Rismon. Setelah itu, Gibran langsung pamit untuk masuk kembali ke Istana, dan tidak memberikan keterangan terkait pertemuannya dengan Rismon.
Sebelum ke kantor Gibran, sehari sebelumnya, Rismon juga telah mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
Kedatangan Rismon diketahui bertujuan untuk mengklarifikasi temuan terbarunya sekaligus menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Jokowi terkait ijazah palsu.
Usai bertemu Gibran Rismon Hasiholan Sianipar pun sempat mengatakan untuk mengajak tersangka lainnya, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa bertemu. Rismon mengaku ingin menunjukkan penelitian terbarunya yang membuktikan ijazah Jokowi asli.
"Saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan, saya akan demonstrasikan metode saya," kata Rismon usai bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dia mengajak Roy Suryo Cs untuk mengedukasi publik. Ia meminta hasil penelitian terbarunya ini lebih baik didiskusikan secara bersama dan terbuka, tanpa harus saling mencaci atau menghina.
"Pertanggungjawaban seorang peneliti seharusnya terbuka terhadap hasil-hasil baru, jangan langsung dicibir pengkhianat lah, pengecut lah. Kalau begitu, saya bisa berpikir jauh bahwa kalian punya motif lain, Kalau motifnya mencari kebenaran berdasarkan pengetahuan sains, kemampuan sains, harusnya open minded," ujarnya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar