Trump dan Putin Sambangi China, Xi Jinping Tunjukkan Pengaruh Besarnya
BEIJING, iNews.id - China dinilai berada di posisi strategis setelah dalam waktu berdekatan menerima kunjungan dua pemimpin negara besar dunia, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Situasi ini memperkuat citra Beijing sebagai pemain utama dalam percaturan geopolitik global.
Presiden China Xi Jinping menerima kunjungan Vladimir Putin di Beijing pada Rabu (20/5/2026), hanya berselang sekitar sepekan setelah kedatangan Presiden AS Donald Trump.
Menurut sejumlah pejabat dari Rusia dan China, Xi dan Putin dijadwalkan membahas berbagai isu penting, mulai dari hubungan bilateral hingga persoalan internasional. Pertemuan keduanya juga akan ditutup dengan sesi santai minum teh, simbol kedekatan personal antara kedua pemimpin.
Xi Jinping diketahui kerap menggunakan jamuan minum teh sebagai bentuk penghormatan diplomatik kepada tamu negara. Cara dan suasana jamuan sering kali dianggap mencerminkan tingkat kedekatan hubungan China dengan pemimpin yang berkunjung.
Dalam pertemuan serupa pada Mei 2024 lalu, Xi dan Putin tampak santai tanpa dasi sambil berbincang di area luar Zhongnanhai, kompleks pemerintahan elite China yang dulunya merupakan taman kekaisaran. Saat itu, Putin menyebut Xi sebagai “sahabat karib”, sementara Xi memanggil Putin “sahabat lama”.
Berbeda dengan suasana hangat bersama Putin, momen minum teh Xi bersama Donald Trump sebelumnya disebut berlangsung lebih formal dan kaku.
Media pemerintah China pun menyoroti kunjungan beruntun para pemimpin negara besar tersebut sebagai bukti meningkatnya pengaruh Beijing di tengah situasi dunia yang semakin terpecah dan penuh rivalitas geopolitik.
Editor: Suriya Mohamad Said