Teheran Dipenuhi Jutaan Pelayat, Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Berlangsung Khidmat
TEHERAN, iNews.id – Jutaan warga Iran memadati ibu kota Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Kehadiran massa dalam jumlah besar menjadikan prosesi tersebut sebagai salah satu momen paling bersejarah di Republik Islam Iran.
Suasana duka menyelimuti Teheran sejak pagi hari ketika para pelayat mulai berdatangan dari berbagai daerah. Mereka mengiringi peti jenazah Ali Khamenei sambil memanjatkan doa serta meneriakkan slogan yang mengecam Israel dan Amerika Serikat.
Peti jenazah yang dibalut bendera Iran ditempatkan di dalam peti kaca dan disemayamkan di Grand Mosalla, salah satu pusat kegiatan keagamaan dan kenegaraan terbesar di Teheran.
Di sepanjang prosesi, banyak pelayat terlihat menangis dan memukul dada sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan duka sesuai tradisi Syiah. Ribuan orang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun memimpin Iran.
Ali Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel pada 28 Februari lalu. Prosesi pemakamannya berlangsung di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang masih memanas.
Pemerintah Iran menjadwalkan rangkaian penghormatan terakhir berlangsung selama beberapa hari. Jenazah akan dibawa ke sejumlah kota di Iran dan Irak sebelum dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad pada Kamis (9/7/2026).
Selama masa berkabung nasional, pemerintah menutup sejumlah ruas jalan dan membatasi aktivitas di wilayah udara. Berbagai kegiatan juga dihentikan sementara guna mendukung kelancaran prosesi pemakaman.
Prosesi tersebut turut menjadi perhatian dunia karena dinilai sebagai momen penting dalam transisi kepemimpinan Iran. Kini, Mojtaba Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, sementara pemakaman ayahnya dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi politik dan persatuan nasional di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Hingga prosesi berlanjut, aparat keamanan tetap disiagakan di sejumlah titik di Teheran untuk mengatur arus pelayat dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Editor: Suriya Mohamad Said