Suhu Makkah Tembus 50 Derajat Celsius, Menag Imbau Jemaah Haji Batasi Aktivitas
JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau jemaah haji membatasi aktivitas yang berpotensi menguras tenaga selama di Tanah Suci. Sebab, suhu di Makkah, Arab Saudi, bisa mencapai 50 derajat celsius.
Dengan suhu ekstrem yang mengintai, persiapan fisik dan mental menjadi kunci utama kelancaran ibadah haji tahun ini untuk mencegah risiko head stroke atau serangan panas yang berakibat fatal.
"Ditegaskan juga bahwa cuaca sangat ekstrem ya. Suhu di Saudi Arabia, di Makkah sekarang ini sekitar 50 derajat celsius," ujar Nasaruddin, dikutip dari tayangan iNews Room, Jumat (30/5/2025).
Dia mengingatkan jemaah haji untuk melakukan penyesuaian diri dengan kondisi cuaca tersebut.
"Diimbau terus-menerus agar selalu memelihara cairan tubuh ya, minum lebih banyak dan saving energy karena ini kan belum haji, belum hari H-nya ya," kata Nasaruddin.
Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latif sebelumnya mengimbau jemaah calon haji Indonesia untuk tidak keluar dari tenda, kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan para jemaah, khususnya yang lanjut usia dan rentan terhadap serangan panas (heat stroke).
“Tadi kami meninjau lokasi di Arafah, dan menerima pesan langsung dari Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia. Disampaikan oleh Dr Hasan Munaqirah bahwa saat puncak haji nanti suhu diperkirakan lebih tinggi dari hari ini,” jelas Hilman, Rabu (28/5/2025).
Hilman menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi akan mengeluarkan sejumlah aturan tambahan demi melindungi jemaah dari dampak cuaca ekstrem. Salah satunya adalah pembatasan aktivitas di luar tenda agar jemaah bisa tetap aman selama menjalankan ibadah wukuf.
Selama berada di Arafah, jemaah disediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti pendingin udara dan minuman dingin. Para jemaah juga diimbau untuk mengisi waktu di dalam tenda dengan ibadah, seperti berzikir, berdoa, atau membaca Al-Qur’an. Kesiapan fisik dan kesabaran menjadi bekal penting, terutama bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Peringatan ini menjadi penting agar seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan sehat. Pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi terus berkoordinasi untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama puncak ibadah berlangsung.
Editor: Rizky Agustian