Situasi Timur Tengah Memanas! Houthi Blokade Jalur Maritim Arab Saudi
RIYADH, iNews.id – Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut dinilai sebagai eskalasi terbaru yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran internasional, perdagangan, serta distribusi energi di kawasan.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan televisi Al-Masirah, menyatakan bahwa larangan navigasi maritim yang berkaitan dengan Arab Saudi resmi diberlakukan sejak pengumuman tersebut disampaikan.
Menurut Saree, kelompok Houthi akan merespons setiap tindakan militer dari Arab Saudi dengan langkah yang lebih besar.
"Larangan navigasi maritim yang terkait dengan Arab Saudi telah berlaku sejak saat pernyataan ini dikeluarkan," kata Saree.
Ia juga memperingatkan bahwa apabila Riyadh meningkatkan eskalasi konflik, Houthi akan membalas dengan apa yang disebut sebagai "eskalasi komprehensif dan berat."
Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait deklarasi blokade maritim yang diumumkan Houthi.
Ketegangan kedua pihak kembali meningkat setelah pekan lalu Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Bandara Sanaa serta menembakkan rudal ke wilayah Saudi. Insiden tersebut mengakhiri periode relatif tenang yang telah berlangsung selama beberapa tahun.
Pengumuman blokade maritim itu memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan pelayaran di kawasan strategis Laut Merah dan Teluk Aden. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan dan distribusi energi terpenting di dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi berdampak pada stabilitas kawasan maupun rantai pasok global.
Editor: Suriya Mohamad Said