Sempat Dilaporkan Hilang, Mahasiswi Telkom University Akhirnya Ditemukan Selamat di Bandung
BANDUNG, iNews.id — Polrestabes Bandung memastikan mahasiswi hilang Nadira Az Zahra (21), mahasiswi Telkom University asal Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, yang sempat dilaporkan hilang, kini telah berhasil ditemukan. Mahasiswi angkatan 2025 tersebut saat ini sudah kembali berkumpul bersama pihak keluarganya dalam kondisi sehat walafiat.
Kabar bahagia ini dikonfirmasi langsung oleh paman Nadira, Budhi Purwa, yang menyebutkan bahwa keponakannya ditemukan di wilayah Kota Bandung pada Senin, 6 Juli dini hari. Budhi menceritakan bahwa proses penemuan ini berkat bantuan dari seorang warga yang baik hati.
Warga tersebut langsung menghubungi pihak keluarga dan bersedia menjaga Nadira dengan aman sampai pihak keluarga tiba untuk memastikan kondisinya secara langsung. Pihak keluarga pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada kepolisian, rekan media, serta seluruh masyarakat yang telah mendoakan dan membantu proses pencarian selama beberapa hari terakhir.
Pihak kampus melalui Head of Secretary and Public Relations Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, juga membenarkan bahwa mahasiswinya telah pulang ke rumah. Selama masa pencarian, pihak kampus diakui terus melakukan koordinasi intensif dengan keluarga dan kepolisian.
Roosdiana mengimbau kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk menghentikan penyebarluasan informasi pencarian selebaran digital, serta meminta publik untuk memberikan ruang privasi bagi Nadira dan keluarganya pascainsiden tersebut.
Senada dengan kampus dan keluarga, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, turut menyampaikan rasa syukurnya di Mapolrestabes Bandung atas kembalinya Nadira dalam keadaan sehat.
Kendati demikian, Anton menjelaskan bahwa saat ini Nadira masih berada dalam tahap pemulihan psikologis serta pendampingan penuh dari orang tuanya. Oleh karena itu, pihak kepolisian belum bisa meminta keterangan lebih lanjut mengenai kronologi atau alasan di balik hilangnya mahasiswi tersebut demi menjaga kenyamanan proses pemulihannya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar