Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panas! AS Sita Kapal Kargo Iran di Teluk Oman, Hancurkan Ruang Mesin
Advertisement . Scroll to see content

Selat Hormuz Memanas! Garda Revolusi Iran Tembaki Kapal Dagang di Jalur Vital

Senin, 20 April 2026 - 08:03:00 WIB
Selat Hormuz Memanas! Garda Revolusi Iran Tembaki Kapal Dagang di Jalur Vital
Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menembaki sedikitnya dua kapal dagang di Selat Hormuz. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menembaki sedikitnya dua kapal dagang di Selat Hormuz.

Jalur vital perdagangan energi dunia tersebut kini mencekam setelah aksi penembakan di dekat perairan Oman memaksa sejumlah kapal berbalik arah.

Meski sempat terjadi serangan, seluruh awak kapal dilaporkan selamat. Langkah agresif Iran ini merupakan respons atas blokade laut Amerika Serikat, yang dibalas Teheran dengan ancaman penutupan total Selat Hormuz.

Bahkan, Iran telah memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas tanpa izin dapat menjadi target militer.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada stabilitas pasokan energi global.

Sebelumnya diberitakan, Iran menegaskan akan terus memblokade Selat Hormuz sampai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat dicapai. IRGC pada Sabtu (18/4/2025), memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz setelah pada Jumat membukanya secara penuh untuk kapal-kapal komersial.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan akan terus memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz sampai perang melawan AS berakhir sepenuhnya dan perdamaian abadi dicapai.

Selain itu Dewan sedang mempertimbangkan untuk memasukkan blokade AS terhadap kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan Iran sebagai pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata.

"Selama Amerika Serikat menghalangi lalu lintas kapal, menggunakan metode seperti blokade maritim, Iran akan menganggap ini sebagai pelanggaran rezim gencatan senjata dan juga akan menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz secara terbatas," bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, seperti dilaporkan kantor berita Tasnim, Minggu (19/4/2026).

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut